Spirit Mbah Lindu Berjualan Gudeg sejak Zaman Belanda hingga Usia 100 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 298 2245802 spirit-mbah-lindu-berjualan-gudeg-sejak-zaman-belanda-hingga-usia-100-tahun-zC2CY7OwbE.jpg Mbah Lindu semasa hidup (Foto : @warpopski/Instagram)

Kabar duka datang dari dunia kuliner. Biyem Setyo Utomo atau lebih dikenal dengan Mbah Lindu meninggal dunia di usia 100 tahun.

Mengenang sosoknya, Mbah Lindu tentu memiliki tempat tersendiri di hati para pelanggannya. Selama puluhan tahun, Mbah Lindu memanjakan lidah para pelanggannya dengan gudeg khas buatannya.

Tak aneh jika Mbah Lindu dijuluki sebagai sang Maestro Gudeg Yogyakarta. Meski sudah senja, semasa hidupnya Mbah Lindu adalah orang yang rajin dan memiliki semangat hidup yang sangat luar biasa.

Hal ini diungkapkan oleh seorang Jurnalis Kuliner Yogyakarta, Fachrudin yang diunggah ke channel YouTube pribadi Chef William Wongso pada Senin (13/7/2020). “Dia bisa mempertahankan rasa itu selama hampir 84 tahun, menurut saya itu adalah hal yang sulit,” terang Fachrudin.

Mbah Lindu

Ada sedikit kisah menarik di balik perjalanan hidup alamarhum Mbah Lindu. Ternyata di usianya yang mencapai 97 tahun, Mbah Lindu masih harus berjalan kaki sejauh 5,5 kilometer dari rumahnya hanya untuk berjualan gudeg. Hal tersebut disampaikan Fachrudin dari hasil wawancaranya dengan Mbah Lindu.

“Mbah Lindu itu sudah hampir 97 tahun dan dia harus berjalan kaki selama 5,5 kilometer dari tempat dia tinggal di daerah Klendengan, Selokan Mataram, utara UGM ke daerah Sosrowijayan di sekitar Malioboro,” ujarnya dalam video tersebut.

Baca Juga : Mbah Lindu Meninggal, William Wongso Kenang sang Maestro Gudeg Legendaris Yogyakarta

Fachrudin juga mengatakan bahwa almarhum Mbah Lindu mulai berdagang sejak usianya menginjak 13-14 tahun yakni pada zaman Belanda. Sejak saat itu almarhum Mbah Lindu terus berjualan meski usianya sudah renta. Semua ia lakukan karena satu motivasi yang dimilikinya.

Mbah Lindu

“Bisa Anda bayangkan ia mulai berdagang sekira usia 13-14 tahun pada zaman Belanda. Motivasi dia bekerja adalah supaya tidak merepotkan anak dan cucunya. Supaya dia bisa membantu perekonomian anak cucunya. Itu motivasi yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Spirit Mbah Lindu

Sementara itu, Chef Senior Indonesia, William Wongso sendiri mengaku sangat kaget dengan semangat dan ketekunan yang dimiliki seorang Mbah Lindu

“Saya kaget gitu, kok masih ada orang ibu yang menjual satu jenis makanan selama 80 tahun lebih di tempat yang sama. Saya langsung bilang ini harus masuk Guinness Book of Record,” terang Chef William Wongso.

Menurut Chef William, tidak ada orang di dunia yang setiap harinya masih berjualan makanan di seusia Mbah Lindu. Bahkan, Mbah Lindu juga masih memasak sendiri makanan jualannya.

William Wongso mengatakan, semangat yang dimiliki oleh seorang Mbah Lindu sangatlah besar. Terlebih di usianya yang sudah tidak muda lagi, Mbah Lindu masih terus berjuang mencari pundi-pundi rupiah dengan berjualan gudeg.

“Karena saya melihat spirit. Spiritnya seorang ibu, coba bayangkan. Kita enggak bisa bayangin usia 97 tahun masih kerja. Narik kayu bakar semua dengan udara yang panas gitu tuh,” terang William.

Mbah Lindu

Di sisi lain, William Wongso mengaku miris melihat kondisi Mbah Lindu semasa hidupnya. Ia khawatir kemampuan memasak gudeg legendaris yang telah ada selama berpuluh-puluh tahun akan hilang akibat tidak memiliki penerus.

“Miris saya kalau lihat situasi seperti itu. Ini mau berapa lama dia tahan gitu? Dengan umur segitu. Saya cuma khawatir enggak ada penerusnya. Banyak makanan-makanan itu abis karena tidak ada penerusnya,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini