Mbah Lindu: Saya Jualan Sejak Usia 13 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 23:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 298 2245843 mbah-lindu-saya-jualan-sejak-usia-13-tahun-LYtWjlJiqu.jpg Mbah Lindu. (Foto: Instagram/@alejenes)

SOSOK almarhum Biyem Setyo Utomo atau biasa dikenal dengan Mbah Lindu akan terus diingat oleh masyarakat Yogyakarta. Semasa hidupnya, Mbah Lindu masih aktif memasak dan menjual sendiri gudeg buatannya.

Kini Mbah Lindu telah beristirahat dengan tenang setelah dipanggil oleh sang pencipta pada Minggu 12 Juli 2020 pukul 18.00 WIB. Semasa hidup banyak kisah menarik yang dimiliki oleh pedagang gudeg tertua di Yogyakarta ini.

Secuil kisah menarik pernah diceritakan oleh Mbah Lindu melalui dokumentasi video di channel YouTube Chef William Wongso yang diunggah pada Senin (13/7/2020). Dalam video itu, almarhum Mbah Lindu menceritakan tentang awal mulanya ia berjualan gudeg.

Baca Juga: Mbah Lindu Meninggal, William Wongso Kenang sang Maestro Gudeg Legendaris Yogyakarta

lindu

“Kira-kira dari umur 13 tahun sudah berjualan. Dulu mbah jualan belum ada listrik, pesawat belum ada. Waktu jaman Belanda dulu, nanti di sana ada penjaga orang asing bukan Indonesia. Mereka minta nasi gudeg, kalau tidak dikasi, saya dikejar, saya lari,” terang Mbah Lindu.

Terkait dengan kondisi fisiknya yang sudah tidak muda lagi, almarhum Mbah Lindu mengaku jarang sekali sakit. Ia bercerita bahwa penyakit yang paling sering menyerangnya adalah masuk angin.

“Mbah umur segini masih sehat, masih bisa berjualan. Bertahun-tahun kalau sakit paling cuma masuk angin, seperti sekarang ini. Sudah satu minggu ini belum sehat-sehat sampai pelanggannya nanyain,” lanjutnya.

Lebih lanjut Mbah Lindu mengatakan dokter pun sempat bingung saat memeriksa kesehatannya. Kerananya tidak ditemukan penyakit apapun dalam diri Mbah Lindu.

“Mbah bilang, sakitnya kalau tidak punya uang. Dokternya ketawa,” ucapnya.

Semasa hidup, Mbah Lindu mengaku ingin panjang umur agar bisa berjualan terus. Ia memiliki motivasi yang sangat tinggi yakni tidak mau merepotkan anak dan cucunya. Hal tersebut dibenarkan oleh Putri Mbah Lindu, Ratih.

“Saya apa segalanya dikasih dari mbah. Ya makan, biaya sekolah, jajan anak-anak pokoknya semua dari mbah,” terangnya.

Mbah Lindu meninggal dunia di usia 100 tahun. Kepergian Mbah Lindu tentunya menyisakan duka bagi keluarga, serta pencinta kuliner gudeg Yogyakarta.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini