Kenapa Harga Rapid Test Maksimal Rp150 Ribu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 481 2245566 kenapa-harga-rapid-test-maksimal-rp150-ribu-t5UeQPup7n.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

HARGA maksimal pemeriksaan rapid test Covid-19 ialah Rp150 ribu. Ketetapan ini diatur dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan (SE Kemenkes) tentang Batasan Biaya Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Menjadi catatan penting, harga ini diberlakukan pada mereka yang ingin melakukan pemeriksaan mandiri. Berbeda dengan layanan rapid test Covid-19 yang disediakan pemerintah, kalau itu gratis alis tak dipungut biaya.

Nah, terkait dengan keluarnya harga maksimal pemeriksaan rapid test Covid-19 ini, Kemenkes pun angkat suara. Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI dr Tri Hesty Widyastoeti, SpM, MPH, itu semua demi masyarakat.

Baca Juga: Vaksin TBC Terbukti Efektif untuk Covid-19?

rapid test

"Dengan diaturnya harga maksimal Rapid Test Covid-19 yaitu Rp150 ribu, kami coba menciptakan kewajaran, sehingga tidak ada komersialisasi. Intinya bahwa pemeriksaan ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat," terang Tri dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Selain alasan itu, Tri pun menjelaskan bahwa Kemenkes mengeluarkan harga maksimal Rapid Test Covid-19 dengan alasan memberi kejelasan pada masyarakat. Tak bisa dipungkiri, semakin banyak rumah sakit yang menyediakan layanan pemeriksaan Rapid Test Covid-19 dan harganya variatif.

"Nah, karena berbagai variasi harga di luaraan itu, mulai dari di bawah Rp100 ribu hingga di atas Rp200 ribu, masyarakat dibikin bingung, mau pilih yang mana? Apakah kualitasnya berbeda sesuai harganya? Dengan ada harga yang ditetapkan, ini bisa jadi patokannya" ungkap dia.

Lebih lanjut, alasan penetapan harga maksimal Rapid Test Covid-19 ialah permintaan masyarakat. Menurut Tri, banyak sekali masyarakat yang memberi masukan ke Kemenkes untuk menetapkan harga maksimum itu dan melalui SE Kemenkes, permintaan masyarakat terjawab.

"Mengetahui banyak variasi harga, masyarakat banyak yang protes karena pemeriksaa Rapid Test Covid-19 tidak ditetapkan batas mininumnya. Jadi, dengan adanya harga maksimum, kami membantu masyarakat dan ini akan sangat memudahkan mereka saat berada di fasilitas kesehatan. Masyarakat jadi tahu harga pemeriksaannya berapa," tambahnya.

Tri menambahkan, biaya maksimun Rp150 ribu per sekali pemeriksaan yang ditetapkan Kemenkes itu termasuk alat pemeriksaan, alat pelindung diri yang digunakan tenaga medis yang mengambil darah, pun biaya jasa.

"Kami hitung secara wajar. Kami ambil range tengah-tengah. Sebelumnya kami diberikan daftar yang ada dan Rp150 ribu angka yang kami anggap wajar," pungkas Tri.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini