Cerita Ilham Aniah, Rela Habiskan Ratusan Juta Rupiah Demi Ikan Koi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 612 2245391 demi-ikan-koi-pria-ini-rela-habiskan-ratusan-juta-rupiah-ppezC9bpAv.jpg Ikan koi (Foto: Dimas)

Banyak hobi baru yang bermunculan di tengah pandemi Covid-19. Mulai dari bersepeda, yoga, mengoleksi action figure, hingga membudidayakan ikan koi.

Fenomena ini memang sangat wajar terjadi mengingat masyarakat Indonesia harus melakukan isolasi mandiri sejak diterapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebagian di antara mereka mengaku bahwa menjajal hobi baru merupakan salah satu cara terbaik untuk melepas rasa penat dan tetap produktif saat berada di rumah. Seperti yang disampaikan oleh Ilham Aniah Iskandar, penghobi ikan koi asal Makassar, Sulawesi Selatan.

 kolam ikan koi

Meski terbilang baru di dunia ikan hias, Ilham tidak mau setengah-setengah menajalaninya. Dia tak ragu menggelontorkan dana hingga ratusan juta rupiah, demi membuat kolam dan mengoleksi ikan koi impiannya.

Kebetulan, sang ayahanda tercinta memang sempat menekuni hobi yang sama. Ilham pun memutuskan untuk meneruskan kolam ikan koi milik ayahnya yang sempat terbengkalai.

"Dari Desember kemarin sudah mulai kepikiran untuk ngurus kolam punya bapak dulu. Tinggal dibersihkan saja. Terus Januari mulai prosesnya dan beli-beli ikan lagi. Awalnya iseng. Tapi tiba-tiba corona, jadi akhirnya ya sekalian saja diseriusin," kata Ilham saat dihubungi Okezone belum lama ini.

 Baca juga: Gaya Puput Istri Ahok Ngasuh Baby Yosafat, Sepatu Rp13,7 Juta Curi Perhatian

Ilham menambahkan, pada awalnya dia hanya membeli ikan koi hasil breeding atau budidaya lokal. Namun seiring berjalannya waktu, dia pun tertarik untuk mengimpor langsung dari negara asalnya, Jepang.

Untuk biayanya sendiri memang tidak murah. Tergantung dari jenis, corak, dan ukuran ikan. Satu ekor ikan koi bisa dibanderol mulai dari Rp5 juta hingga puluhan juta rupiah.

"Jenisnya kan banyak, dan harga juga tergantung dari farm atau tempat yang membudidayakan. Kemarin sempat beli koi jenis Showa dari Isa (pembudidaya di Jepang) harganya Rp30 jutaan sampai di Indonesia," kata Ilham.

"Saya juga punya beberapa jenis koi lain seperti, Kohaku, Sanke, Shiro, Hi Utsuri, Tancho kohaku, Kujaku, Goshiku, Karashi, pokoknya banyak kalau disebutin satu-satu hehe," timpalnya.

Akibat pandemi Covid-19 bikin kolam baru

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Ilham semakin menekuni hobi barunya ini. Dia bahkan sedang dalam proses membuat kolam baru dengan ukuran dan kedalaman yang lebih besar.

Pembangunan kolam baru ini dikarenakan dia ingin memelihara koi dengan ukuran yang lebih besar.

"Kolam yang lama itu udah padat sekali. Saya campur semua koi-koi lokal dan impor. Dan kedalamannya juga kurang, hanya 1 meter. Sementara kalau mau pelihara koi dengan ukuran 80 cm-110 cm itu mau tidak mau ukuran kolam harus luas dan lebih dalam," ungkap Ilham.

Untuk membuat kolam baru ini dia terpaksa merogoh kocek cukup dalam hingga Rp60 juta, dengan ukuran lebar 3 meter, panjang 6 meter, dan kedalaman 2 meter.

Sebetulnya Ilham masih bisa menekan budget tersebut, namun durasinya akan jauh lebih lama. Sementara ikan koi miliknya terus bertambah.

"Nominal segitu memang jadinya cepat hanya dua minggu. Ya tidak apa-apalah karena spacenya luas, ikan koi saya bisa tumbuh lebih besar," ujar Ilham.

Tantangan dan kendala

Selain itu, memelihara ikan koi juga tak melulu perihal kolam dan jenis ikannya saja. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Khususnya bagi para pemula yang baru menekuni dunia ikan hias.

"Yang paling penting dan harus diperhatikan adalah proses pemindahan ikan saat baru membeli ke kolam. Jadi jangan dipindahkan langsung. Ada proses karantina kurang lebih 14 hari agar ikan beradaptasi terlebih dahulu. Apalagi ikan impor. Cara ini berfungsi untuk memastikan ikan-ikan lain tidak terpapar penyakit dari ikan baru itu," kata Ilham.

Kemudian untuk urusan filter dan makanan. Setiap kolam idealnya memiliki 4 filter air berbeda dan suplai oksigen yang berfungsi dengan baik.

Alat inilah yang nantinya akan mensterilkan pH dan tingkat kesehatan air agar ikan tetap sehat dan tidak cepat mati. Salah satu contoh filter yang dimaksud antara lain, filter biologi.

Filter ini berfunsi menyaring kotoran yang dikeluarkan ikan koin supaya tidak mati karena keracunan. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan seberapa sering sang pemilik memberi makan.

"Banyak yang salah kaprah. Perlu diingat ikan koi itu ususnya pendek. Jadi dia mau dikasih sebanyak apapun enggak apa-apa, asalkan filter di kolamnya bekerja dengan baik dan rutin dibersihkan," jelas Ilham.

"Untuk jenis makanannya juga beragam. Ada makanan yang memperbesar ukurannya, ada juga yang membuat warna dari corak ikan koi terlihat lebih terang. Harus seimbang," tandasnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini