Begini Penampakan Pohon Paling Kesepian di Dunia, Sudah Ada Sejak Zaman Dinosaurus

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 612 2245981 begini-penampakan-pohon-paling-kesepian-di-dunia-sudah-ada-sejak-zaman-dinosaurus-M36qHvHBeu.jpg Pohon paling kesepian (Foto: Oddity Central)

Royal Botanical Gardens of Kew, Inggris, adalah rumah bagi ribuan tanaman yang menarik. Tetapi ada satu spesies cycad kuno yakni Encephalartos woodii yang kemungkinan besar merupakan pohon terakhir dari jenisnya.

Pada 1895 Ahli Botani, John Medley Wood memperhatikan pohon palem yang terlihat menarik ini di lereng curam di Zululand, Afrika selatan. Penasaran dengan banyak batang dan daun palem melengkung, dr. Wood yang bekerja mengumpulkan tanaman langka, memindahkan beberapa batang ke dalam kotak dan mengirimnya ke London.

Pohon paling kesepian

Pohon tersebut akhirnya singgah di Rumah Palem di Royal Botanical Gardens of Kew, di mana telah menunggu pasangan untuk pohon tersebut selama lebih dari seabad. Meskipun banyak upaya untuk menemukan pasangan, Encephalartos woodii di Kew tetap sendirian.

Pohon tersebut tidak dapat menghasilkan keturunan dan memperbanyak spesiesnya sendiri. Karena alasan ini, banyak masyarakat yang menganggapnya sebagai tanaman paling kesepian di dunia.

Dua ratus juta tahun yang lalu, ketika dinosaurus masih berkeliaran di dunia, pohon ini ada di mana-mana.

Sebagaimana dilansir Oddity Central, Selasa (14/7/2020), mereka membentuk sekira 20 persen tanaman, bertindak sebagai tempat berlindung bagi beberapa spesies dinosaurus dan sebagai makanan bagi jenis lainnya.

Entah bagaimana caranya, pohon ini berhasil bertahan hidup di lima zaman es, beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan spesies tanaman baru, tetapi seiring berjalannya waktu jumlah mereka semakin menyusut. Seperti semua cycads lainnya, Encephalartos woodii berubah dari jumlah jutaan spesimen menjadi ribuan.

Saat ini mungkin hanya ada satu pohon yang tersisa di bumi dan tanaman tersebut berkelamin jantan. Beberapa tanaman biasanya memiliki organ jantan dan betina, tetapi tidak Encephalartos woodii. Spesimen yang dikenal di Royal Botanical Gardens of Kew ini memerlukan pasangan betina untuk memperbanyak diri.

Setiap kali siap kawin, pohon unik ini akan menghasilkan kerucut besar berwarna-warni yang penuh dengan serbuk sari. Bahkan tanda kesiapannya untuk kawin ditunjukkn dengan memancarkan panas atau menghasilkan bau untuk menarik penyerbuk.

Baca juga: Ditemukan Lokasi Penambangan Berusia 10.000 Tahun Lebih

Kini hanya cara itu saja yang bisa dilakukan. Tanpa spesimen betina untuk menghasilkan benih, pohon ini tidak akan pernah bisa kawin.

Encephalartos woodii secara teknis bukan yang terakhir dari jenisnya. Pohon ini telah dikloning beberapa kali, dan hasil kloningnya dapat ditemukan di beberapa kebun raya di seluruh dunia.

Bahkan kloningannya dapat kawin dengan beberapa spesies yang berkaitan erat, tetapi tidak dapat menghasilkan keturunan yang sejati. Pohon ini hanya berdiri di Royal Botanical Gardens, dan menjadi pohon terakhir dari spesies purba yang menunggu spesies betina ditemukan di suatu tempat di belahan Bumi.

Para peneliti telah lama menjelajahi hutan-hutan Afrika untuk mencari Encephalartos woodii betina, tetapi sejauh ini upaya mereka tidak berhasil.

“Tentunya ini adalah organisme paling soliter di dunia. Semakin tua, sendirian, dan ditakdirkan untuk tidak memiliki penerus. Tidak ada yang tahu berapa lama pohon itu akan hidup,” ujar Biolog, Richard Fortey

Presenter Sejarah, Sir David Attenborough mengatakan, spesies tanaman ini dapat punah dan hanya ada satu cycad yang merupakan satu-satunya spesimen dari jenisnya yang diketahui.

“Ini adalah tanaman yang kesepian, seperti kura-kura Galapagos. Manusia mengambil alih begitu banyak planet ini dan iklim berubah sehingga mereka tidak dapat tumbuh lagi. Tidak ada tempat lain bagi mereka untuk pergi, kecuali mereka dapat disimpan di sini,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini