Jajan Online Meningkat saat Pandemi, Masyarakat Diminta Diet Kantong Plastik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 612 2247338 jajan-online-meningkat-saat-pandemi-masyarakat-diminta-diet-kantong-plastik-OxLBbgkM5W.jpg Jajan online (Foto: Dribbbble)

Apakah Okezoners termasuk orang yang suka beli makan online? Sadar atau tidak, setiap kali membeli makanan tersebut, Anda menerima kantong plastik yang jadi masalah seluruh dunia.

Terlebih karena pandemi, banyak orang yang mengandalkan beli makanan melalui online. Makanya, jangan heran kalau sampah kantong plastik sekarang semakin menggunung.

 plastik

Fakta ini disadari Rosa Vivien Ratnawati, SH., M. Sc., Direktur Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurut dia, gegara pandemi, sampah kantong plastik semakin mengkhawatirkan.

Jika melihat tren yang terjadi di masyarakat, pandemi yang membuat banyak orang bekerja dari rumah memang memperlihatkan penurunan jumlah sampah yang datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Tren yang terjadi itu, jumlah sampah di TPA berkurang 10-15% karena orang tidak bekerja, tetapi sampah kantong plastik jadi meningkat. Ini terjadi karena kebiasaan masyarakat jajan makanan online," terang Rosa di Webinar, Kamis (16/7/2020).

Masyarakat harus tahu bahwa 90% makanan yang dijual di online itu menggunakan plastik sekali pakai dan karena tren jajannya meningkat, itu pun sejalan dengan meningkatnya jumlah sampah plastik sekali pakai di masyarakat.

Rosa mengimbau pada masyarakat untuk mulai menjalankan 'diet kantong plastik' sekarang. Ini bukan hanya melindungi lingkungan kita hidup, tetapi masa depan alam ini.

Baca juga: 4 Potret Liburan Manja Hana Hanifah ke Bali hingga Italia

"Kita semua mesti mulai mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai demi terciptanya lingkungan hidup yang sehat dan bersih," tambah Rosa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini