Beri Hadiah agar Anak Berprestasi, Bolehkah?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 196 2248045 beri-hadiah-agar-anak-berprestasi-bolehkah-wL4nYf0LjG.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PERKEMBANGAN anak menjadi perhatian orangtua di masa hidupnya. Tujaunnya untuk meningkatkan ketahanan anak dalam menghadapi tantangan, juga membantu anak berkembang secara sosial.

Sayangnya tak sedikit orangtua yang menyadari untuk mendukung perkembangan anak. Padahal di masa pandemi Covid-19 ini jadi momen yang mudah mengontrol perkembangan anak.

Karena hampir 24 jam Anda di rumah saja berkegiatan dengan anak. Maka, Anda mudah mengatur si kecil di setiap aktivitasnya.

Baca Juga: So Sweet, Intip 4 Foto Mama Cantik Mutia Ayu Momong Baby Gewa

kadoo

Dipaparkan oleh Spesialis Anak dari Jakarta Child Development Center (JCDC), dr Vinia Rusli, SpA mengatakan, perkembangan anak terjadi dari hubungan antara faktor biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Dalam proses perkembangan itu, anak diibaratkan sebuah pohon di mana akar-akarnya merupakan kapasitas dan potensinya.

"Keluarga ataupun orang di sekitar anak berperan besar dalam proses perkembangan tersebut,” kata dr Vinia saat Grand Opening JCDC secara virtual, Jumat (17/7/2020).

Sementara itu, menurut Psikolog Nadia Emanuella Gideon, M.Psi, cara pengasuhan orangtua sangat berpengaruh dengan perkembangan anak. Sayangnya, dalam mengasuh anak, orangtua cenderung fokus mengawasi perilaku si kecil.

"Orang tua umumnya menggunakan motivasi dari luar diri anak yaitu hadiah atau hukuman yang justru memiliki banyak dampak negatif pada anak dan cara ini tidak melihat kemampuan berpikir, perasaan, dan pondasi biologis dari manusia untuk menjalin hubungan,” kata Nadia.

Nadia menambahkan, dalam mengawasi perkembangan anak perlu dimulai dengan interaksi dan koneksi yang hangat antara anak dengan orangtua. Salah satu pendekatan yang terbukti berhasil membantu mengatasi perilaku sulit pada anak dan mendorong optimalisasi perkembangan anak disebut sebagai DIR Floortime.

Cara pengasuhan ini mendorong proses perkembangan anak dan memahami serta mendorong keunikan individu, berdasarkan interaksi, relasi dan koneksi antara anak dengan orangtua.

"Keluarga yang hangat dan memiliki relasi serta pondasi hubungan yang sehat akan mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak hingga anak dewasa nantinya,” ujar Nadia.

Dari sejumlah hasil penelitian, cara pengasuhan ini dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak. Anak pun tidak mudah stres, serta meningkatkan hubungan antara anak dan orangtua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini