New Normal, Pengusaha Kuliner Mulai Ubah Cara agar Tak Bangkrut

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 298 2248131 new-normal-pengusaha-mamin-mulai-ubah-cara-agar-tak-bangkrut-iHi8vUU5cD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INOVASI sangat dibutuhkan saat berbisnis kuliner di tengah pandemi Covid-19. Karena pada masa ini banyak pelaku bisnis terpaksa harus mengibarkan bendera putih dalam melanjutkan bisnisnya. 

Karenanya, untuk tetap bertahan, sejumlah perusahaan bisnis waralaba di bidang kulilner seperti F&B (Food & Beverage) mulai menjalankan strategi bisnis yang tidak biasa. Semua dilakukan semata-mata demi berlangsungnya bisnis yang berkelanjutan.

Meski banyak pelaku usaha kuliner bangkrut,  tak sedikit pengusaha muda justru dapat bertahan. Bahkan di era pandemi, banyak bisnis kuliner baru bermunculan dengan inovasi baru. 

Kafe

CEO & Owner Solomon Utama Kama Sulaiman mengatakan, pelaku usaha tidak boleh hanya sekadar berharap bahwa semua akan kembali normal seperti pre-Covid-19.

"Kita harus bisa fleksibel dan beradaptasi untuk market new normal,” beber Kama lewat keterangan resmi Pick Up.

Kama menjelaskan, saat ini konsep Quick Serve Retail (QSR) paling diminati di dunia usaha kuliner. Karenanya, konsep ini dianggap memenuhi syarat higenis dan physical distancing, sesuai saran pemerintah RI.

“QSR adalah masa depan F&B, konsep yang man-power rendah, biaya operasional rendah dan berpeluang tinggi,” katanya.

Pusat Kuliner Thamrin 10 Mulai Dibuka untuk Umum

Konsep bisnis kuliner ini biasanya dipakai oleh pelaku kuliner yang menjual minuman kemasan kekinian. Anda hanya membutuhkan gerai kecil dan menjual minuman dengan konsep take away.

Dengan konsep seperti ini, menurut Kama, pelaku usaha kuliner tetap mudah menjalankan protokol kesehatan, serta menjaga keselamatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini