Penderita Diabetes Harus Mampu Kelola Stres agar Kadar Gula Darah Tidak Naik

Jum'at 17 Juli 2020 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 481 2248151 penderita-diabetes-harus-mampu-kelola-stres-agar-kadar-gula-darah-tidak-naik-Gt3mkiLxDJ.jpg Terlalu banyak konsumsi gula bikin diabetes (Foto: Twitter)

Diabetes jadi salah satu penyakit yang sering menjangkiti masyarakat di era milenial ini. Kebanyakan diebetes disebabkan oleh gaya hidup yang tak sehat.

Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI RSCM, dr. Dante S. Harbuwono, Sp.PD.D, KEMD menjelaskan, diabetes memang tidak dapat disembuhkan. Namun, diabetes bisa dikontrol.

Diabetes bisa dikontrol dengan cara menjalankan gaya hidup sehat. Hal ini bertujuan agar gula darah tidak melonjak secara tiba-tiba.

 diabetes

Seperti dilansir dari Sindo News, gaya hidup sehat yang dianjurkan mencakup mengatur pola makan yang tepat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, konsumsi obat-obatan secara rutin sesuai anjuran dokter.

"Selain itu penderita diabetes juga harus mengelola stres agar kadar gula darah tidak naik," ujar dr. Dante belum lama ini.

Stres sendiri ditandai pelepasan beberapa hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol yang pada akhirnya meningkatkan kadar gula darah, tekanan darah dan denyut nadi.

"Jika stres tinggi terus-menerus menyebabkan kenaikan gula darah yang konsisten, maka dapat mengakibatkan diabetes. Stres juga dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, stres menyebabkan perubahan pola makan, sehingga meningkatkan berat badan yang dapat membuat gula darah naik," jelas Dr Anoop Misra selaku Ketua Fortis C-DOC yang dikutip Zeenews.

Stres, lanjutnya, juga dapat mempengaruhi pengendalian diabetes, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini secara luas diakui bahwa orang dengan diabetes yang sering stres, kontrol gula darah mereka buruk.

"Stres fisik dan emosional dapat mendorong peningkatan hormon yang mengakibatkan peningkatan gula darah," tutur Dr Sunil Mittal, psikiater senior dan Direktur Cosmos Institute of Mental Health and Behavioural Sciences.

Menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, sebanyak 10,3 juta jiwa masyarakat Indonesia merupakan diabetesi, membuat Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi terbesar.

Baca juga: 3 Gaya Trendi Veronica Tan Nongkrong Cantik Bareng Sosialita Ibu Kota

Masyarakat harus semakin cerdas dan berhati-hati dalam menanggapi informasi terkait diabetes dan menerapkan informasi kesehatan yang tepat di kehidupan mereka sehari-hari.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini