Perusahaan Ini Beli Anggur Rp179 Juta, Begini Wujudnya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 298 2248454 perusahaan-ini-beli-anggur-rp179-juta-begini-wujudnya-1txr8APOis.jpg Anggur Rp179 juta (Foto : Nextshark)

Operator jaringan Ryokan telah membeli anggur Ruby Roman pada lelang di Jepang. Anggur tersebut dibanderol seharga 1,3 juta yen atau setara Rp179 juta untuk mendorong orang agar menghargai makanan di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Operator penginapan Hyakurakuso mengajukan penawaran untuk anggur seukuran bola pingpong langka yang dikembangkan di Prefektur Ishikawa. Anggur tersebut dilelang pada Kamis di pusat Jepang.

“Kami melakukan upaya tertinggi untuk mendorong masyarakat karena menderita virus corona Covid-19 dan dengan penghargaan untuk makanan,” tutur Kepala Koki Hyakurakuso, Mitsutaka Sakamoto, melansir dari Next Shark, Sabtu (18/7/2020).

Anggur

Lebih lanjut, Sakamoto menjelaskan bahwa mereka ingin memberikan harapan bagi para produsen pertanian di seluruh negeri. Oleh sebab itu Hyakurakuso membeli anggur melalui pedagang grosir di salah satu pasar di Kanazawa.

Seperti diketahui panen anggur Ruby Roman terjadi selama tiga bulan. Dimulai pada Juli dengan 26.000 anggur khusus yang akan dijual hingga September 2020. Anggur ini dikenal karena kandungan gulanya yang tinggi, tetapi keasamannya rendah.

Baca Juga : Kemenparekraf Dukung 'Mandalika Rebound' Pulihkan Pariwisata NTB

Menurut Dekan Fakultas Ekologi Manusia di Universitas Wisconsin-Madison melalui We Are Resonate, Soyeon Shim, anggur ruby roman memulai debutnya di pasar pada Agustus 2008. Buah-buahan bernilai tinggi, seperti Ruby Roman, sering dibeli sebagai hadiah untuk acara-acara khusus.

"Orang-orang membeli buah-buahan mahal ini untuk menunjukkan betapa istimewanya hadiah mereka kepada penerima untuk acara-acara khusus atau untuk seseorang yang penting secara sosial, seperti atasan mereka," kata Shim.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini