Ubah Paradigma, Pendidikan Karakter Anak Tak Mungkin Tercipta Jika Dibebankan pada Sekolah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 196 2248787 ubah-paradigma-pendidikan-karakter-anak-tak-mungkin-tercipta-jika-dibebankan-pada-sekolah-gMdYHmsVHL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DI era digital seperti saat ini, para tenaga pendidik memang memiliki tantangan tersendiri. Sehingga diperlukan komitmen dan sinergi lintas komunitas untuk membentuk karakter anak Indonesia.

"Keberhasilan dari pendidikan karakter itu tidak akan mungkin tercipta, kalau hanya dibebankan kepada sekolah saja. Persoalan ini menjadi tanggung jawab berbagai elemen masyarakat," tutur peneliti utama bidang Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ir. Hendarman, M.Sc, P.hD,

Oleh karena itu, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan para guru, orangtua, dan masyarakat. Salah satunya mengubah paradigma para pendidik, tidak hanya guru, tetapi juga orangtua.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan, apalagi Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga aktivitas belajar mengajar cenderung tidak dapat dilakukan secara langsung atau bertatap muka. Maka dari itu, peran orangtua sangat diperlukan.

"Untuk mengubah paradigma ini, kita harus mulai dari hal-hal sederhana. Contohnya tidak membiasakan anak-anak menggunakan gadget. Sekarang, anak kecil memegang gadget itu sudah menjadi kewajaran, karena dianggap dapat mengurangi stres orangtuanya," kata Hendarman.

"Perilaku dan gaya hidup seperti inilah yang harus kita ubah, sehingga secara perlahan paradigma masyarakat tentang pendidikan karakter ini pun akan ikut berubah," timpalnya.

Mengubah paradigma di kalangan pendidik juga dinilai sangat penting mengingat anak-anak jaman sekarang cenderung lebih kreatif dan cepat beradaptasi dengan kondisi di sekitarnya.

Sekadar informasi, dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, Yayasan Bhakti Ibu Indonesia (YABII) menggelar seminar daring bertajuk "Membentuk Karakter Anak Indonesia Menuju Indonesia Emas".

Setidaknya ada empat pembicara yang diajak untuk membagikan informasi seputar pembentukan karakter anak. Keempat pembicara ini memang ahli di bidangnya, mereka adalah Ir. Hendarman, M.Sc, P.hD, selaku Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud RI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, Rektor Universitas YARSI sekaligus mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2011.

Lalu ada Meiske Y. Suparman M. Psi, Psikolog sekaligus pengurus dan relawan YABBI, serta Kurniawati M.Pd selaku pengurus dan relawan YABII.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini