Ini Alasan Anak-Anak Rentan terhadap Gangguan Mental saat Pandemi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 196 2249057 ini-alasan-anak-anak-rentan-terhadap-gangguan-mental-saat-pandemi-5Ym2zVSBk4.jpg Anak merasa tertekan (Foto: Pixabay)

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan Dr.dr.Fidiansjah, SpKJ, MPH mengatakan, selain rentan terpapar Covid-19, di masa pandemi ini anak-anak juga rentan terkena gangguan mental. Ini disebabkan terjadinya perubahan pola hidup yang signifikan.

"Jika biasanya anak-anak bisa sekolah ketemu teman-temannya, sekarang harus belajar di rumah setiap hari," ujar dr Fidiansjah dalam seminar daring Status Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Masa Pandemi yang dikutip Okezone dari akun Youtube BNPB, Senin (20/7/2020).

 sekolah online

Di dalam melaksanakan sistem belajar dari rumah, lanjut dr Fidiansjah, juga terdapat masalah. Antara lain minimnya fasilitas pendukung untuk pembelajaran daring.

"Menurut data, ada sekitar 68% anak-anak yang memiliki akses belajar daring. Sementara 32% tidak mendapatkan program belajar dalam bentuk apapun. Ini membuat anak tertinggal pelajaran yang bisa menyebabkan mereka stres," ujarnya.

 Baca juga: 4 Masker Cantik Raisa, Bikin Gaya Makin Modis!

Meskipun sudah memiliki akses, lanjut dr Fidiansjah, anak-anak masih memiliki beberapa kesulitan. Seperti tidak bisa mengatur waktu belajar, kesulitan memahami materi pelajaran, hingga tidak memahami instruksi guru.

"Selain anak-anak, orangtua pun juga banyak yang ikut stres karena merasa kewalahan mendampingi anak-anak belajar," tuturnya.

Dampaknya, orangtua akan dengan mudah memberikan kekerasan fisik maupun verbal kepada anak. Seperti mencubit atau memaki-maki anak ketika mereka sulit memahami pelajaran secara online.

Jadi selain anak-anak stres karena kesulitan memahami materi pelajaran secara daring, mereka juga stres karena perlakukan orangtuanya. Ini menjadi situasi yang cukup sulit.

"Inilah yang dapat menyebabkan gangguan mental pada anak, makanya orangtua harus sabar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini