Pikirkan Penghasilan Orangtua, Salah Satu Penyebab Stres Anak di Masa Pandemi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 196 2249074 pikirkan-penghasilan-orangtua-salah-satu-penyebab-stres-anak-di-masa-pandemi-leBC0Sen4C.jpg Anak merasa tertekan (Foto: Pond5)

Anak-anak dan remaja belum bisa mengelola emosinya dengan sempurna. Oleh karena itu, mereka rentan mengalami masalah kesehatan jiwa atau depresi.

Terlebih, pada situasi pandemi Covid-19, anak-anak dan remaja harus melakukan penyesuaian secara mendadak. Bahkan hal itu harus diterapkan oleh mereka setiap hari. Seperti salah satunya sekolah daring atau sekolah secara online.

Beberapa masalah yang kerap dikeluhkan anak dan orangtuanya ketika melaksanakan sekolah daring adalah fasilitas yang minim serta kesulitan anak-anak dalam memahami pelajaran. Disamping itu, sebenarnya masih ada faktor lain yang dapat memicu depresi pada anak dan remaja.

 Pandemi virus corona

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan Dr.dr Fidiansjah, SpKJ, MPH mengatakan, selain kesulitan menerima pelajaran, ada faktor lain yang membuat anak menjadi depresi.

"Sekolah daring kerap kali menimbulkan stres baik orangtua maupun anak. Sehingga ketika anak kesulitan memahami pelajaran, tak jarang orangtua yang melakukan kekerasan fisik maupun verbal pada anak," ujarnya dalam seminar daring Status Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Masa Pandemi yang dikutip Okezone dari akun Youtube BNPB, Senin (20/7/2020).

dr Fidiansjah mencontohkan, misalnya sang anak yang dicubit, atau dibilang bodoh oleh orangtua mereka ketika sulit memahami materi yang disampaikan oleh tenaga pendidik. Alih-alih ingin menyemangati anak, sikap orangtua yang seperti itu justru menimbulkan stres pada anak.

 Baca juga: 4 Masker Cantik Raisa, Bikin Gaya Makin Modis!

Selain masalah sekolah daring, lanjut dr Fidiansjah, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan depresi pada anak. Di antaranya adalah anak merasa takut tertular Covid-19, merindukan teman-teman, bahkan merasa khawatir tentang penghasilan orangtuanya.

"Walaupun tidak menunjukkan hal tersebut, anak-anak juga ikut berpikir ketika orangtua mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena penghasilan yang berkurang atau bahkan tidak ada selama pandemi," pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini