Begini Cara Atasi Tekanan Mental pada Anak saat Pandemi Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 196 2249095 begini-cara-atasi-tekanan-mental-pada-anak-saat-pandemi-covid-19-ZT0qf5vl0J.jpg Jaga kesehatan mental anak selama pandeim Covid-19 (Foto : Healthline)

Tak hanya berisiko tertular Covid-19, anak-anak juga rentan mengalami tekanan mental di masa pandemi ini. Hal ini terjadi karena anak-anak terlalu sering berdiam diri di rumah yang bisa berujung pada depresi.

Sebagai orangtua, tentunya kita harus bisa memahami kondisi anak. Terlebih, jika anak mulai menunjukkan beberapa perubahan.

Pemerhati Kesehatan Jiwa Anak UNICEF Ali Aulia Ramly mengatakan, ciri-ciri bahwa anak mengalami tekanan mental adalah, murung, lesu, dan mudah emosi.

BNPB

"Jadi kalau biasanya anak-anak ceria, ini jadi mudah lelah atau lesu. Kemudian juga wajah anak-anak terlihat murung, selain itu juga mudah marah," ujar Ali pada konferensi pers BNPB Status Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Masa Pandemi, Senin (20/7/2020).

Untuk itu, lanjut Ali, orangtua bisa melakukan pencegahan sejak dini. Jika kondisi tak kunjung membaik bisa meminta pertolongan pada profesional.

Baca Juga : Jangan Langsung Tembak, Begini Cara Pakai Thermo Gun agar Cek Suhu Akurat

Pertama-tama, ajarkan anak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini dilakukan agar sang anak bisa melindungi dirinya sendiri, keluarga, dan juga orang-orang disekitar lingkungannya.

"Jika anak-anak selalu mematuhi protokol kesehatan, maka ia tak perlu cemas berlebihan akan tertular Covid-19. Karena kecemasan yang berlebih dapat berujung depresi," jelasnya.

Kemudian, usahakan agar anak selalu dibimbing untuk menjaga kesehatan fisik, jiwa, dan mengelola stres. Ini dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam menggapai cita-citanya.

Selanjutnya, lanjut Ali, bila anak merasa sakit, lakukan isolasi mandiri. Sembari mengisolasi diri sendiri dan tetap menjaga kesehatan, orangtua bisa menghubungi tenaga kesehatan melalui layanan call centre.

Ibu dan Anak

"Sebaiknya orangtua jangan langsung panik. Karena kita bisa juga menghubungi Kementerian Kesehatan, BNPB, atau Kementerian yang lainnya untuk mendapatkan pertolongan," tuturnya.

Terakhir, jika anak membutuhkan dukungan kesehatan fisik dan jiwa, hubungi tenaga kesehatan melalui layanan call centre atau fasilitas kesehatan terdekat.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini