Viral Bayi Tidur Hampir Setahun Idap Sleeping Beauty Syndrome, Apa Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 481 2248952 viral-bayi-tidur-hampir-setahun-idap-sleeping-beauty-syndrome-apa-itu-j0gSlemvda.jpg Bayi Shaka telah tertidur hampir setahun (Foto : @shaka_17/TikTok)

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan video TikTok bayi tengah tidur yang dibuat oleh seorang ibu di Madura, Jawa Timur. Heboh karena ternyata bayi tersebut bukan sedang tidur siang, tetapi sudah tidur selama hampir setahun.

Diketahui bayi tersebut bernama 'Shaka', dia mulai tidur sejak usia 8 bulan. Shaka belum terbangun hingga sekarang usianya telah menginjak 18 bulan.

@shaka_17

kemaren dedex ke bu ningsih tinampi...tapi bu ningsihx gk mau ktmu dede..yng sabar yo...mungkin laen hri bu ningsihx mau ktmu kta..kta harus berjuang ♬ Bisane Mung Nyawang - Suliyana

Dokter telah mendiagnosis Shaka mengidap Sleeping Beauty Syndrome (Sindrom Putri Tidur). Di dunia medis, kondisi yang dialami Shaka disebut Klein-Levin Syndrome (KLS).

Apa itu Sindrom Kleine-Levin atau Sleeping Beauty Syndrome?

Sindrom Kleine-Levin adalah kelainan neurologis langka dan kompleks yang ditandai dengan periode berulang dari jumlah tidur yang berlebihan dan perubahan perilaku. Kelainan ini biasanya menyerang remaja, tapi bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih muda.

Pada permulaan episode, pasien menjadi semakin mengantuk dan tidur hampir sepanjang hari dan malam (hypersomnolence), kadang terbangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Setiap episode berlangsung beberapa hari, minggu atau bulan, selama semua aktivitas normal sehari-hari berhenti. Individu tidak dapat merawat diri mereka sendiri atau bersekolah dan bekerja.

Baca Juga : Gugus Tugas Covid-19 : Rapat di Kantor Bahas yang Penting Saja, Tak Lebih dari 30 Menit

Di sela episode, orang-orang dengan KLS tampak sehat sempurna tanpa bukti adanya disfungsi perilaku atau fisik. Episode KLS dapat berlanjut selama 10 tahun atau lebih. KLS kadang disebut di media sebagai sindrom "Sleeping Beauty".

Mengidentifikasi KLS

Selain tidur yang berlebihan, seluruh pasien Kleine-Levin Syndrome (KLS) berubah, sering tampak ''lalai'' atau seperti anak kecil. Saat bangun penderita mengalami kebingungan, disorientasi, kekurangan energi (kelesuan), dan kurang emosi (apatis). Sebagian besar pasien melaporkan bahwa segala sesuatu tampak tidak fokus, dan sangat sensitif terhadap kebisingan serta cahaya. Dalam beberapa kasus, pasien mengidap makanan (hiperlipagia kompulsif).

Sindrome Kleine-Levin Syndrome (KLS) bersifat siklis. Saat ini, gejala KLS bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, semua aktivitas normal menjadi berhenti. Sebagian besar pasien KLS terbaring di tempat tidur seperti Shaka, lelah dan tidak komunikatif saat bangun.

Sleeping Beauty Syndrome

Tapi, tidak semua orang terkena KLS menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena KLS dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit peringatan. Episode KLS dapat terus berulang kembali selama satu dekade atau lebih dengan dampak buruk pada kehidupan dan keluarga. KLS merampas kehidupan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang terkena. satu episode menyiksa sekaligus.

Penundaan diagnostik rata-rata untuk diagnosis Sindrom Kleine-Levin yang tepat adalah 4 tahun. Hal ini berarti pasien KLS rata-rata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum menerima diagnosis yang akurat, sehingga menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya. Sayangnya, penyebab Sindrom Kleine-Levin belum diketahui.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini