Cegah Penularan Covid-19, Gugus Tugas: Diupayakan Rapat Tidak Sediakan Makanan dan Minuman

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 481 2248962 cegah-penularan-covid-19-gugus-tugas-diupayakan-rapat-tidak-sediakan-makanan-dan-minuman-m4c97BnpFX.jpg Jubir Pemerintah Penanganan COVID-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Ruang rapat di kantor bisa menjadi salah satu tempat rentan risiko penularan Covid-19. Dengan kapasitas ruangan terbatas dan jumlah peserta rapat bisa membuat physical distancing sulit dilakukan.

Selain itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan sejumlah hal yang yang harus diperhatikan ketika harus menggelar rapat untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Salah satunya adalah tidak menyediakan makanan dan minuman di ruang rapat, kenapa?

Jubir Penanganan COVID-19

"Diupayakan tidak ada hidangan makan dan minum apapun selama rapat, sehingga semua tetap bisa menggunakan masker tanpa ada kesempatan untuk membuka masker. Jadi, hilangkan kebiasaan untuk menyajikan minuman dan makanan di ruang rapat," ujar Yuri dalam Konferensi Pers di Graha BNPB Jakarta, Minggu 19 Juli 2020.

Oleh karena itu, Yuri mengimbau rapat benar-benar direncanakan dengan baik agar berjalan efektif, efisien dan singkat. Menurutnya, jangan sampai ruang rapat yang kapasitasnya terbatas dan sirkulasi tertutup hanya menjadi tempat untuk sekadar mengobrol sehingga bisa menciptakan risiko penularan Covid-19.

Baca Juga : Gugus Tugas Covid-19 : Rapat di Kantor Bahas yang Penting Saja, Tak Lebih dari 30 Menit

Oleh karena itu, Yuri menegaskan bahwa disiplin terhadap jam rapat menjadi penting. Selain itu, Yuri mengimbau agar rapat diupayakan tidak lebih dari setengah jam.

"Manakala topiknya cukup banyak, maka bagi rapat menjadi beberapa kegiatan agar tidak kemudian kita menyiapkan makanan dan minuman di ruang rapat yang memungkinkan semua orang membuka masker yang kemudian membuka peluang terjadinya penularan apabila salah satu peserta rapat adalah orang yang terkonfirmasi positif namun tanpa gejala," jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini