Selain Shaka, Ini Orang-Orang yang Juga Menderita Sleeping Beauty Syndrome

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 481 2249242 selain-shaka-ini-orang-orang-yang-juga-menderita-sleeping-beauty-syndrome-TWSkyzYjTT.jpg Sleeping Beauty (Foto: Pinterest)

Baru-baru ini, warga dihebohkan dengan video bayi yang tidur selama hampir setahun. Video yang dibagikan melalui Tiktok tersebut pun sontak viral.

Diketahui bayi tersebut bernama 'Shaka', dia mulai tidur sejak usia 8 bulan. Shaka hingga saat ini belum bangun padahal usinya menginjak 18 bulan.

Dokter telah mendiagnosis Shaka mengidap Sleeping Beauty Syndrome (Sindrom Putri Tidur). Di dunia medis, kondisi yang dialami Shaka disebut Klein-Levin Syndrome (KLS).

 Bayi Shaka

Sementara itu, sebelumnya juga sudah ada beberapa orang yang mengalami kejadian serupa. Seperti Beth Goodier contohnya. Pada 2011 lalu, gadis asal Inggris ini didiagnosa mengalami gangguan Sleeping Beauty Syndrome.

Sindrom tersebut membuatnya tidur 22 jam setiap harinya selama beberapa bulan. Beth sanggup tidur seharian dan hanya terbangun jika lapar, haus, mimpi buruk, makan, minum, buang air, lalu tidur lagi sepanjang hari.

Di sisi lain, kasus yang sama juga menimpa Kaitlyn Terrana. Gadis ini memiliki kondisi langka di mana dia tertidur hingga 20 jam sehari.

Baca juga: Diciduk Polisi, Catherine Wilson Pakai Daster dan Sendal Jepit Jadi Sorotan

Awalnya dokter yang memeriksa kondisi Kaitlyn mengira gadis ini mengalami depresi parah, sehingga selalu tidur hampir sepanjang hari. Kaitlyn lalu dibawa ke seorang ahli saraf untuk memastikan kondisinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ahli saraf mengatakan bahwa gadis berusia 22 tahun itu terkena Sleeping Beauty Syndrome.

Apa itu Sleeping Beauty Syndrome?

Sleeping Beauty Syndrome adalah sebuah kondisi neurologis langka yang ditandai dengan periode tidur berlebihan. Ini membuat penderitanya menjadi lesu, apatis, dan tidak fokus.

Sleeping Beauty Syndrome bersifat siklis. Saat ini, gejala gangguan tersebut bisa bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, semua aktivitas normal menjadi terhenti.

Tapi, tidak semua orang terkena Sleeping Beauty Syndrome menunjukkan semua gejala yang dijelaskan di atas. Individu yang terkena sindrom tersbeut dapat tidak mengalami gejala-gejala tersebut, dan kemudian gejala muncul kembali dengan sedikit tanda.

Sayangnya, penyebab Sleeping Beauty Syndrome belum diketahui sampai saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini