New Normal, Media Sosial Sudah Berubah Fungsi Jadi Tempat Berjualan

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 612 2249098 new-normal-media-sosial-sudah-berubah-fungsi-jadi-tempat-berjualan-HgpZyU0D2h.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERUBAHAN perilaku tren belanja online di masa pandemi Covid-19 memang mengalami perubahan. Jika sebelumnya orang-orang memilih belanja online hanya terbatas pada produk pakaian, pesanan tiket pesawat, atau hotel, kini membeli kebutuhan rumah tangga hingga transaksi grocery pun dilakukan lewat belanja online.

Tingginya permintaan tersebut, membuat para pemilik brand dan pelaku UMKM harus punya strategi agar bisa bertahan di era new normal. Namun hambatan pun masih banyak dialami pelaku usaha dalam memasarkan produknya. Kecepatan adalah salah satu hambatan terbesar yang dialami saat menjalani bisnis di masa new normal.

Seperti kesulitan mengunggah foto dengan kualitas tinggi, membalas pesan pelanggan satu per satu, berinteraksi dengan pelanggan, mengkonfirmasi pembayaran dan follow up status pembelian, dan kinerja 24/7 lainnya. Selain itu, penjual juga perlu beralih ke aplikasi percakapan handphone, seperti WhatsApp atau Line, untuk mengkonfirmasi pembayaran dan proses pemesanan lebih baik.

Baca Juga: Diciduk Polisi, Catherine Wilson Pakai Daster dan Sendal Jepit Jadi Sorotan

Irma Utari, salah satu pemilik brand lokal mengatakan, di masa pandemi Covid-19 menuntutnya untuk berpikir dan gerak cepat. Permintaan melalui platform media sosial dan lini chat yang masih tinggi meski di masa pandemi.

"Maka membutuhkan perhatian ekstra dalam hal administrasi hingga pengiriman, hasil rekap pemesanan harian, laporan pemasukan, dan pengeluaran harian. Masalahnya, itu semua harus dilakukan secara manual," ungkapnya lewat keterangan resmi yang diterima Okezone.

Diakui Head of Marketing AVANA Queensseca, perkembangan media sosial sangat cepat di era digital. Di Indonesia, saat ini media sosial menjadi salah satu kanal penjualan bagi social commerce, termasuk juga aplikasi pesan instan atau chat.

"Para pelaku UMKM atau brand lokal dapat mengubah media sosial menjadi tempat pembelian, daripada hanya digunakan sebagai media promosi saja," terang dia.

Dengan demikian, para pelaku UMKM dan brand lokal tidak lagi kewalahan dan membatasi diri hanya pada sosial media. Karena limitasi sumber daya dan waktu, semuanya juga sudah bisa diurus melalui satu pintu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini