Konsumsi Protein Nabati Kurangi Risiko Kematian Dini

Selasa 21 Juli 2020 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 298 2249886 konsumsi-protein-nabati-kurangi-risiko-kematian-dini-GDnceTIwDp.jpg Kacang-kacangan (Foto: Healthline)

Penelitian terbaru menunjukkan mengonsumsi protein dari tumbuhan atau protein nabati bisa membantu hidup lebih lama. Selain itu juga mengurangi risiko kematian dini secara keseluruhan.

Setiap 3% dari asupan energi harian seseorang yang berasal dari protein nabati mengurangi risiko kematian dini seseorang sebesar 10%.

 kacang-kacangan

Dilansir Web MD, Ketua peneliti Jiaqi Huang, seorang rekan pascadoktoral di US National Cancer Institute menjelaskan, mengganti daging merah dari diet harian bisa bermanfaat, tetapi hanya jika Anda menukar dengan pengganti yang sehat.

"Misalnya, penggantian 3% energi dari protein telur atau protein daging merah dengan protein nabati seperti biji-bijian atau sereal menghasilkan perlindungan dari kematian dini secara keseluruhan," jelas Huang.

 Baca juga: Gemasnya Bayi Vanessa Angel Didandani dengan Tuxedo

"Di sisi lain, penggantian 3% energi dari protein telur atau protein daging merah dengan makanan lain seperti minuman yang dimaniskan dengan gula dapat atau mungkin tidak mengakibatkan penurunan angka kematian," sambungnya.

Seperti dilansir dari Sindo News, Huang dan timnya menganalisis data diet dari lebih dari 237.000 pria dan 179.000 wanita antara tahun 1995 dan 2011 sebagai bagian dari studi jangka panjang pada pola makan dan kesehatan.

Para peneliti menemukan, protein membentuk sekitar 15% dari diet harian manusia, dengan 40% berasal dari tanaman dan 60% dari hewan.

Selama 16 tahun masa tindak lanjut, muncul pola di mana asupan protein nabati muncul untuk mengurangi risiko kematian dini. Setiap 10 gram protein nabati yang ditukar per 1.000 kalori menghasilkan 12% risiko kematian lebih rendah untuk pria dan 14% untuk wanita.

"Data kami menyediakan bukti untuk mendukung peran yang menguntungkan bagi diet nabati dalam pencegahan kematian akibat penyakit kardiovaskular, dan bahwa modifikasi dalam pilihan sumber protein dapat memengaruhi hasil kesehatan dan umur panjang," kata peneliti senior Dr. Demetrius Albanes, seorang peneliti senior di institut kanker.

Ada banyak alasan mengapa protein nabati dibandingkan protein hewani dapat membantu memperpanjang hidup. Seorang konsultan makanan dan nutrisi di St. Louis dan mantan presiden Academy of Nutrition dan Dietetika, Connie Diekman mengungkapkan, protein daging cenderung memiliki kadar lemak jenuh, kolesterol, natrium, dan nutrisi lain yang lebih tinggi, yang sangat tidak baik untuk kesehatan.

"Misalnya, satu ons daging merah dicampur dengan pasta gandum dan sayuran akan memberikan lemak jenuh jauh lebih sedikit daripada steak 9 ons," ungkap Diekman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini