Sleeping Beauty Syndrome, Penyakit Langka yang Buat Bayi Shaka Tertidur Hampir Setahun

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 481 2249552 sleeping-beauty-syndrome-penyakit-langka-yang-buat-bayi-shaka-tertidur-hampir-setahun-pJvyTk4lql.jpg Ilustrasi (Foto : Parenting)

Publik tiba-tiba dihebohkan oleh kasus penyakit langka yang diidap oleh baby Shaka. Bocah malang ini dilaporkan menderita Kleine-Levin Syndrome (KLS) atau juga dikenal dengan Sleeping Beauty Syndrome.

Bayi Shaka telah tertidur sejak usia 8 bulan, dan belum terbangun hingga usianya telah menginjak 18 bulan karena mengidap Sleeping Beauty Syndrome. Lantas, apa itu Sleeping Beauty Syndrome dan kira-kira apa penyebabnya?

Melansir laman rarediseases, Selasa (21/7/2020), Kleine-Levin Syndrome merupakan penyakit langka yang ditandai oleh tidur berlebihan (hipersonensi). Durasi tidurnya bisa hingga 20 jam sehari.

@shaka_17

kemaren dedex ke bu ningsih tinampi...tapi bu ningsihx gk mau ktmu dede..yng sabar yo...mungkin laen hri bu ningsihx mau ktmu kta..kta harus berjuang

♬ Bisane Mung Nyawang - Suliyana

Pada beberapa kasus, penyakit ini membuat para penderitanya mengongsumsi asupan makanan yang berlebihan, dan terjadi perubahan perilaku seperti dorongan seksual tanpa hambatan yang tidak normal. Gangguan ini biasanya menyerang remaja pria.

Saat terbangun, penderita KLS biasanya akan menunjukkan kondisi emosi yang tidak stabil, cepat marah, kurang energi (lesu), dan cenderung apatis. Mereka juga memiliki kemungkinan mengalami kebingungan dan halusinasi.

Baca Juga : Serunya Keluarga Kecil Cut Meyriska dan Roger Danuarta Lakukan Photoshoot

Gejala Kleine-Levin Syndrome sendiri bersifat siklus. Artinya, seseorang yang menderita penyakit ini dapat mengalami gejala hingga berbulan-bulan lamanya, lalu tiba-tiba menghilang.

Dalam beberapa kasus, gejala KLS akan hilang seiring bertambahnya usia. Namun ada potensi untuk kambuh kembali.

Gejala

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Kleine-Levin Syndrome atau Sleepin Beauty Syndrome ditandai dengan itdur yang berlebihan, makan berlebihan, dan kelainan perilaku. Gejala tersebut dapat bertahan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu seperti yang dialami Baby Shaka.

Secara rinci, penderita KLS dapat tidur selama hampir 18 hingga 20 jam per hari, dan bangun hanya untuk makan, buang ari kecil dan air besar. Meskipun individu yang terkena penyakit ini memiliki kesempatan untuk bangun dari tidurnya, mereka cenderung mudah tersinggung, lesu, dan apatis.

Penyakit langka ini juga dapat membuat penderitanya kesulitan berbicara seperti cadel. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka berpotensi mengalami halusinasi atau merasa terpisah dari lingkungan di sekitarnya.

Selain itu, individu yang mengalami KLS juga memiliki kemungkinan makan berlebihan atau hiperfagia kompulsif. Menariknya, mereka cenderung tidak mengeluhkan rasa lapar, namun tetap akan mengsonsumsi makanan yang tersedia dengan porsi berlebihan.

Akibatnya, sebagian penderita KLS seringkali mengalami kenaikan berat badan dengan episode hiperfagia kompulsif. Tak hanya itu, mereka terkadang menunjukkan dorongan seksual yang tidak normal. Mereka bisa saja memiliki dorongan seks yang meningkat secara abnormal (hiperseksualitas).

Sindrom Putri Tidur

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab KLS belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, para peneliti percaya bahwa faktor keturunan dapat menyebabkan beberapa individu memiliki genetik yang dapat mengembangkan gangguan tersebut.

Diperkirakan bahwa gejala KLS juga terkait dengan kerusakan bagian otak yang mengatur fungsi-fugnsi seperti tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh (hipotalamus). Beberapa peneliti berspekulasi bahwa KLS termasuk gangguan autoimun.

Menurut studi yang dilakukan oleh Stanford University pada 2005 lalu, disebutkan bahwa 72% dari kasus KLS didahului oleh gejala infeksi yang disebabkan oleh gangguan autoimun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini