Lakukan Perawatan Wajah saat Pandemi Covid-19, Amankah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 611 2249842 lakukan-perawatan-wajah-saat-pandemi-covid-19-amankah-UwUVcBT5nU.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PANDEMI Covid-19 memberi kekhawatiran bagi banyak orang untuk mulai beraktivitas seperti biasa. Namun, dengan menerapkan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah, risiko terpapar bisa diminimalisir.

Pusat perbelanjaan sudah buka, begitu juga dengan fasilitas umum lainnya. Tak terkecuali klinik kecantikan. Ya, sebagian dari Anda mungkin masih ragu untuk datang ke tempat perawatan wajah, karena takut terpapar.

Baca Juga: Serunya Keluarga Kecil Cut Meyriska dan Roger Danuarta Lakukan Photoshoot

klinik

Tapi, apakah melakukan perawatan wajah meningkatkan risiko terpapar virus corona? Diterangkan Head of Channel Marketing ERHA, Ferry Budiyanto, berdasarkan studi dari Texas Medical Association, dari sekian banyak kegiatan harian yang dilakukan di new normal, berkunjung dan menunggu di ruang dokter termasuk dalam tahapan risiko moderate low.

Meski begitu, banyak klinik kecantikan yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk menggunakan masker dan face shield, goggle, sarung tangan, dan selalu jaga jarak.

Lalu, dilakukan juga penyemprotan desinfektan setiap kali pasien berkonsultasi di ruang dokter. Hal ini tentu dengan harapan tidak ada virus yang bertahan di dalam ruangan.

Tidak hanya itu, upaya protokol kesehatan lain yang dilakukan adalah menyediakan fasilitas registrasi online guna meminimalisir antrean dan penumpukan konsumen di klinik.

“Dengan begitu, phisycal distancing tetap terjaga antarpasien di klinik dengan tenaga medis,” terang Ferry melalui pesan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (21/7/2020).

klinik

Supaya keamanan tenaga medis terjamin, klinik kecantikan ini menyediakan 2.767 masker per harinya untuk dokter, terapis, dan staff klinik. Belum berhenti di sana, 105 liter hand sanitizer dihabiskan per harinya.

“Agar semua pihak di dalam klinik terjamin kesehatannya, kami menjalankan 1.051 rapid test setiap dua minggu sekali. Ini dilakukan supaya pasien klinik tidak merasa takut dan ragu datang ke klinik,” sambung Senior Manager Public Relations ERHA, Amriel Aditya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini