PMI Paparkan Sulitnya Evakuasi Korban Banjir di Tengah Pandemi Covid-19

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 612 2249813 pmi-paparkan-sulitnya-evakuasi-korban-banjir-di-tengah-pandemi-covid-19-8rrwSK2e5G.jpg Ilustrasi. (Okezone)

EVAKUASI korban banjir bandang Luwu Utara, Sulawesi Selatan menyita perhatian. Para relawan harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di saat mengevakuasi serta pemulihan pascamusibah.

Tentu sangat tidak mudah mengevakuasi korban dengan kondisi darurat kesehatan Covid-19. Dibutuhkan aksi kemanusiaan yang cukup kuat, dalam mengevakuasi korban banjir bandang Luwu Utara, serta pemulihan pascabanjir.

Baca Juga: Rapat di Kantor Lebih dari 30 Menit Picu Penyebaran Covid-19? Cek Ruangan!

luwu

Sekretaris Jenderal Sudirman Said PMI memaparkan, evakuasi korban banjir Luwu Utara butuh ekstra perhatian di tengah pandemi Covid-19. Di sisi lain evakuasi harus sigap, namun juga tetap melakukan protokol kesehatan.

"Penanganan musibah ini menjadi tantangan luar biasa, bagaimana membantu warga dalam situasi yang harus menjaga jarak dan protokol kesehatan," paparnya lewat keterangan resminya.

Relawan juga dibekali masker, cairan pembersih, dan disinfektasi. Semaksimal mungkin mereka juga menjaga jarak agar risiko penularan virus tidak terjadi.

Ada juga upaya penanganan evakuasi korban banjir bandang sudah dilakukan pascamusibah. Misalnya mengevakuasi masyarakat di desa-desa terisolir dan menempatkan mereka di lokasi hunian sementara, khususnya bagi yang tidak bisa kembali ke rumah masing-masing

sudirman said

Paling penting, pasokan air bersih paling dibutuhkan saat ini, selain makanan pokok dan hunian. Karenanya, terdapat tanki-tanki air, tandon air, alat pembersih, seperti sekop, cangkul dan lain sebagainya.

"Ada juga pasokan paket kebersihan dan kesehatan, dan bahan makanan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan, di masa pemulihan, korban banjir bandang Luwu Utara juga mendapatkan trauma healing. Terutama kepada anak-anak di lokasi pengungsian korban banjir.

"Pemerintah telah memberikan layanan fasilitas tambahan bagi kelompok rentan seperti usia lanjut, ibu hamil, balita dan anak-anak," terangnya.

Dalam menangani evakuasi dan pemulihan pascamusibah, menurut Jati, semua relawan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk cegah Covid-19. Dana yang disiapkan BNPB untuk menangani musibah ini sebesar Rp1 miliar

"Mereka membantu memberikan hygiene kit kepada masyarakat yang terdampak banjir," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini