Cek Fakta, Sering Kebelet Pipis Tengah Malam Tanda Diabetes?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 481 2250200 cek-fakta-sering-kebelet-pipis-tengah-malam-tanda-diabetes-L296wnDBwD.jpg Buang Air Kecil tengah malam (Foto : Boldsky)

Meninggalnya Pencipta Lagu Anak-Anak Papa T Bob dan Komedian Betawi Omaswati masih menyisakan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Seniman terbaik itu kini telah tiada untuk selama-lamanya karena penyakit diabetes yang diderita.

Ya, Omas maupun Papa T Bob meninggal karena penyakit kencing manis. Meski, beberapa sumber menjelaskan juga bahwa Omas meninggal karena penyakit paru-paru, tetapi diabetes sepertinya menjadi masalah serius yang tak bisa dianggap hal lumrah lagi.

Penyakit degeneratif (tidak menular) ini bisa menyerang siapapun. Ketika tubuh Anda menderita diabetes, maka pengobatan seumur hidup mesti dijalani. Tentu, perlu kedisiplinan yang ekstra agar bisa tetap bertahan hidup dengan penyakit gula tersebut.

Buang Air Kecil

Nah, banyak dari Anda yang mungkin sempat mendengar bahwa salah satu tanda penyakit diabetes bisa dikenali dengan beser atau kerap ingin buang air kecil. Apakah itu benar?

Baca Juga : Antisipasi Penularan Covid-19, Disneyland Larang Pengunjung Makan Sambil Berjalan

Diterangkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Barat dr Khomimah, SpPD-KEMD, FINASIM, rasa ingin pipis atau buang air kecil berlebihan itu memang bisa menjadi tanda atau gejala seseorang mengalami diabetes. Tapi, ada kekhasan yang dialami penderita penyakit ini.

"Pada kategori keluhan klasik, maka akan ditemukan pernyataan bahwa pasien diabetes mengalami gejala yang disebut dengan Poliurea atau banyak buang air kemih (terutama pada malam hari)," katanya melalui pesan tertulis yang diterima Okezone, beberapa hari lalu.

Dokter Khomimah melanjutkan, tidak hanya mengalami kondisi kencing banyak, pasien diabetes juga mengalami keluhan klasik berupa Polidipsia atau banyak minum (rasa haus yang tidak berkesudahan). Lalu, mereka juga biasanya mengalami peningkatan napsu bakan atau sebaliknya, penurunan berat badan yang drastis namun tidak dapat dijelaskan sebabnya.

Ketika Anda mengalami kondisi tersebut, dr Khomimah menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan berupa penegakkan diagnosa. Hal ini diperlukan agar kondisi yang Anda alami dapat dijelaskan lebih baik dan pengobatan bisa dilakukan dengan benar.

"Jika didapat kadar gula darah (glukosa) puasa atau sebelum makan lebih dari sama dengan 126 mg per dL (deciliter), atau kadar glukosa darah sewaktu lebih dari sama dengan 200 mg per dL, atau kadar glukosa pasca tes toleransi glukosa oral yaitu lebih dari sama dengan 200 mg per dL, atau pemeriksaan HB A1C lebih dari sama dengan 6,5%," tuturnya.

Buang Air Kecil

Jika kondisi diabetes dalam diri Anda dibiarkan begitu saja, ada masalah kesehatan serius lainnya yang bisa terjadi. Misalnya saja gangguan perusakan pada pembuluh darah besar seperti jantung koroner, stroke atau penyakit pembuluh darah tepi, contohnya pembuluh darah di kaki bermasalah sehingga kaki menghitam.

Bukan hanya itu, komplikasi lainnya bisa menyerang ginjal, gangguan pembuluh darah retina mata yang bisa menyebabkan kebutaan, gagal jantung, atau gangguan saraf kaki sehingga pasien mengalami kebas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini