6 Dampak Kemoterapi, Salah Satunya Rambut Rontok

Elsa Virina Simanjuntak, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 481 2250416 6-dampak-kemoterapi-salah-satunya-rambut-rontok-2ctkJ2aCNd.jpg Rambut rontok (Foto: Park Avenue Dermatology)

Beberapa waktu lalu netizen diramaikan dengan foto artis Feby Febiola yang tampil dengan rambut model bondol. Ternyata dia memotong pendek rambutnya karena rambutnya rontok usai kemoterapi akibat terkena kanker.

Namun perlu diketahui, kerontokan rambut hanyalah satu dari efek samping dari kemoterapi ini. Berikut ini, 6 dampak kemoterapi dilansir dari National Health Service UK. Simak ya.

 kelelahan

1. Kelelahan

Ini adalah efek samping yang paling umum dirasakan penderita kanker. Mereka akan mudah merasa lelah saat beraktivitas. Langkah yang dapat dilakukan seperti beristirahat sejenak, hindari kegiatan yang tidak digemari, serta melakukan olahraga ringan seperti berjalan atau yoga.

2. Merasa mual dan ingin muntah

Penderita kanker akan merasakan momen di mana mereka merasa mual dan ingin muntah. Namun, Anda dapat meminta obat, tablet, atau infus untuk mengurasi rasa tersebut. Ada beberapa efek samping dari penggunaan obat tersebut seperti konstipasi, sakit kepala, atau insomnia.

Baca juga: Alat Swab Test Patah dalam Hidung, Bocah 1,5 Tahun Meninggal Dunia

3. Kerontokan rambut

Rambut rontok adalah efek samping yang umum dialami para penderita kanker. Biasanya rambut akan rontok pada beberapa minggu pertama kemoterapi. Rambut rontok tidak hanya pada kepala, tetapi bisa pada tangan, kaki atau wajah. Namun, ini terjadi sementara. Rambut dapat tumbuh kembali setelah kemoterapi selesai dengan warna atau bentuk yang sedikit berbeda.

4. Infeksi

Kemoterapi dapat membuat tubuh menjadi lebih lemah terhadap infeksi. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah rajin mencuci tangan, menghindari orang dengan infeksi seperti cacar air atau flu, atau meminum antibiotik.

5. Anemia

Salah satu dampak kemoterapi adalah berkurangnya sel darah merah yang membawa oksigen dalam tubuh. Mereka akan merasa kelelahan, kehabisan napas, atau kulit pucat. Anemia dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan seperti daging, kacang-kacangan, nasi merah, sayuran hijau, atau gandum

6. Mudah luka dan berdarah

Kemoterapi dapat mengurangi jumlah trombosit pada tubuh. Padahal, trombosit adalah sel yang membantu menghentikan pendarahan saat terluka. Jika Anda memiliki trombosit yang rendah, gejala yang dialami seperti kulit akan mudah terluka, mimisan, dan gusi berdarah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini