HAN 2020, 170 Anak Indonesia Kirim Surat Curahan Isi Hati untuk Presiden Jokowi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 196 2250857 han-2020-170-anak-indonesia-kirim-surat-curahan-isi-hati-untuk-presiden-jokowi-6u5HKmV9An.jpg Surat dari anak Indonesia di Hari Anak Nasional (Foto : @sekretariat.kabinet/Instagram)

Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi bangsa ini untuk lebih memberi perhatian penuh pada generasi penerus. Hal ini sejalan dengan target Presiden Joko Widodo untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Situasi pandemi Covid-19 ternyata memberi pengaruh pada proses kehidupan anak-anak sekarang ini. Salah satunya terkait dengan akses pendidikan yang dijalankan melalui virtual-class. Namun, tak bisa dipungkiri pada praktiknya masih banyak anak-anak Indonesia yang sulit mendapatkan akses internet. Bahkan, masih banyak juga anak-anak di pelosok daerah tidak memiliki buku yang layak.

Keresahan tersebut dituangkan dalam Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo yang coba diinisiasi Wahana Visi Indonesia (WVI). Ya, dalam surat tersebut 170 anak Indonesia menyampaikan curhatannya langsung pada Presiden Joko Widodo.

Menurut laporan Wahana Visi Indonesia yang diterima Okezone, 170 anak itu berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang menjadi wilayah dampingan WVI.

Surat untuk Presiden Jokowi

Bukan hanya untuk Presiden Jokowi, surat terbuka itu ternyata ditujukkan juga untuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak hanya itu, surat terbuka itu pun ditujukkan untuk pemerintah daerah dan Gugus Tugas Daerah.

"Tidak seperti di kota yang terhubung dengan internet, anak-anak di pedalaman harus berjuang untuk bisa belajar. Demikian juga guru harus meluangkan waktu untuk mengunjungi anak-anak didik mereka yang kesulitan belajar. Lewat surat ini anak anak mengungkapkan isi hati dalam kesulitan untuk belajar karena ketiadaan gawai dan sinyal internet. Bahkan di beberapa lokasi tempat mereka tinggal belum ada listrik," tulis laporan tersebut yang diterima Okezone, Kamis (23/7/2020).

Diterangkan juga dalam laporan itu, pada Senin (20/7) telah dilakukan audiensi yang dilakukan WVI, diwakili Direktur Strategi dan Manajemen WVI, Chandra Wijaya, dengan Deputi II Kantor Staf (KSP) Abetnego Tarigan dan Tenaga Ahli Utama Deputi II KSP Agung Hardjono.

Surat untuk Presiden Jokowi

Di sisi lain, Manajer Advokasi WVI, Junito Drias, mengungkapkan, isi surat yang disampaikan anak-anak itu menggambarkan isi hati mereka, apa yang mereka rasakan selama pandemi Covid-19.

"Isi hati yang mungkin selama ini tak terdengar karena mereka tinggal jauh dari pusat kota dan keramaian, serta tak punya akses internet. Kami mengumpulkan dan menghantarkan surat itu dan berharap surat-surat tersebut dapat sampai dan dibaca Presiden Joko Widodo," kata Drias.

Baca Juga : Hari Anak Nasional, Begini Cara Atasi Kecanduan Main Gadget pada si Kecil

Lebih lanjut, Drias berharap agar pemerintah dapat lebih memahami apa yang menjadi kebutuhan anak-anak dan dapat mengeluarkan kebijakan yang tepat, yang dapat membantu anak-anak untuk belajar dalam proses tumbuh kembang mereka.

"WVI mengajak semua pihak untuk turut berkolaborasi bersama dalam mewujudkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Abetnego Tarigan rupanya menanggapi surat-surat dari anak Indonesia itu. Ia menjelaskan, permasalahan yang dihadapi anak Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.

Hari Anak Nasional

Ia mengakui ada banyak keterbatasan di masa pandemi Covid-19 ini, namun pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak anak atas pendidikan serta melindungi anak-anak dari risiko terpapar Covid-19.

"Jika ada hal-hal yang ternyata masih belum cukup dari apa yang sudah dilakukan pemerintah, maka hal ini dapat menjadi masukan untuk mencari solusi ke depannya," terangnya.

Abetnego menambahkan, dalam kondisi seperti ini peran organisasi masyarakat sipil menjadi sangat strategis, selain tentu saja kehadiran negara, dalam bersama-sama mengupayakan pemenuhan hak anak yang menjadi tanggung jawab kita semua.

"Terima kasih pada WVI yang telah bekerja, memotret kondisi di daerah dan membawa suara anak-anak ke tingkat yang lebih tinggi. Kami akan teruskan surat-surat ini kepada pimpinan. Biasanya kami akan buatkan memo kepada Staf Kepresidenan untuk Bapak Presiden," tambah Abetnego.

Apa isi surat dari anak-anak Indonesia untuk Presiden Jokowi?

Dari Ivon (13) di Ende, dia menyampaikan, sejak pandemi Covid-19 yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah, tidak semua anak bisa belajar dengan maksimal.

"Aku dan teman-teman yang tidak punya HP dan laptop harus mengerjakan tugas-tugas, padahal tidak semua pelajaran bisa kami mengerti karena tidak dijelaskan lebih dulu. Kita harus pergi ke tempat yang ada sinyal dan membeli paket data untuk mengerjakan tugas," tutur dia.

Surat untuk Presiden Jokowi

Lalu, ada juga surat dari Endy (17) di Sambas, Kalimantan Barat. Dia menceritkana, masih banyak warga kesulitan mencari nafkah untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan dari pemerintah pun banyak yang tidak tepat sasaran.

Untuk urusan belajar, Endy mengungkapkan, dia dan beberapa temannya sulit mengakses internet. Akibatnya ia dan teman-temannya tidak dapat belajar dan mendapatkan pengetahuan baru dengan optimal.

"Sebagai pelajar, tentunya saya juga ingin memiliki wawasan pengetahuan yang lebih luas agar dapat bersaing dengan orang-orang berprestasi lainnya," ungkap Endy.

Surat untuk Presiden Jokowi

Tidak hanya itu, surat juga datang dari Keti, siswa kelas VIII di Asmat, Papua. Dia menceritakan kalau internet di kampungnya tak ada. Akibatnya belajar menjadi sulit. Bahkan, buku pun di tempatnya tak ada.

"Saya ingin belajar, tapi internet di kampung tidak ada. Saya ingin membaca, tapi buku tidak ada. Saya ingin olahraga, tapi tidak ada lapangan olahraga. Saya ingin menggambar tapi tidak ada buku gambar," keluhnya di surat yang dia kirimkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini