Waspadai Katarak Pada Bayi Baru Lahir, Yuk Kenali Cara Mencegahnya Moms!

Anabel Lerric, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 481 2251042 waspadai-katarak-pada-bayi-baru-lahir-yuk-kenali-cara-mencegahanya-moms-A1R121tUom.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KATARAK merupakan penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan pada awalnya tidak akan merasa terganggu. Seiring waktu, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap akan kesulitan dalam melihat seperti sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas harian.

Spesialis Mata dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta, dr Alia Narwastu M, SpM, mengingatkan akan penyakit katarak yang dapat menyerang semua kalangan. Mulai dari manusia lanjut usia hingga bayi sejak di dalam kandungan.

"Katarak bisa mengenai semua kalangan. Umumnya pada manula berusia diatas 60 tahun, namun pada ibu hamil yang mengalami infeksi pun kekurangan asupan gizi, bayi yang dikandungnya pun dapat mengalami katarak kelak jika dilahirkan," kata dr Alia lewat keterangan resminya.

Baca Juga: Feby Febiola Idap Kanker Ovarium, Ada Bedanya Enggak Sih dengan Kista Ovarium?

bayi

dr Alia menambahkan, penyebab utama terjadinya katarak kongenital pada anak yang dilahirkan bisa terjadi akibat ibunya mengidap infeksi saat hamil. Misalnya saja terkena infeksi rubella.

"Katarak kongenital dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata anak," tambahnya.

Lalu penyebab lainnya yaitu ketika sang ibu mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti obat kortikosteroid dan amiodaron, dapat memicu katarak.

Ada juga beberapa faktor risiko katarak yang mesti Anda waspadai. Berikut ulasannya yang bisa disimak.

1. Infeksi saat kehamilan.

2. Pengidap penyakit tertentu.

Seperti diabetes melitus, hipertensi, hipokalemia, dan dermatitis atopik, dapat berkaitan dengan timbulnya katarak di kemudian hari.

3. Riwayat trauma

Lensa mata yang pernah mengalami trauma, seperti masuknya serpihan material tajam ke mata, terbentur bola, kembang api, dapat membuat katarak timbul lebih cepat.

4. Penuaan

Penuaan adalah penyebab tersering dari kekeruhan lensa atau katarak.

5. Keturunan

"Termasuk adanya riwayat keluarga yang mengidap katarak serta riwayat operasi pada lensa mata", imbuh dr Alia.

6. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dan paparan sinar matahari yang lama pada mata, termasuk adanya paparan toksin atau racun.

Sebagai langkah pencegahan, maka dr Alia menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk penanganan lebih lanjut. Terutama jika timbul beberapa gejala katarak yang semakin mengganggu atau semakin memburuk dampaknya.

Karena mata merupakan salah satu organ yang paling

utama dan sangat sensitif. Jadi ada baiknya segera melakukan konsultasi atau pemeriksaan secara berkala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini