Anak Rela Panjat Tembok Rumah Sakit demi Jenguk Ibunya yang Kena Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 196 2251337 anak-rela-panjat-tembok-rumah-sakit-demi-jenguk-ibunya-yang-kena-covid-19-r7UNPboGBJ.jpg Anak menjenguk ibunya dari jendela (Foto: Twitter)

Pandemi Covid-19 membuat kehidupan seluruh masyarakat dunia semakin sulit. Meski demikian, Covid-19 tidak mematahkan perjuangan seorang pria di Palestina untuk menghabiskan waktu berharganya bersama sang ibu yang sedang sekarat. Ia bahkan rela untuk memanjat tembok rumah sakit setiap harinya demi menyaksikan ibunya dari kejauhan.

Jihad Al-Suwaiti yang berusia 30 tahun memanjat dinding rumah sakit setelah ibunya dirawat karena terinfeksi Covid-19 dan kanker di Rumah Sakit wilayah Hebron, Palestina, Tepi Barat Selatan. Dengan setia ia menyaksikan sang ibu dari jaug dengan harapan bisa segera sembuh dari penyakitnya.

 anak menjenguk ibunya

“Dia menghabiskan sebagai besar harinya di sana. Mengamati kondisi ibunya dari luar jendela, sebelum turun ketika dia yakni bahwa sang ibu tertidur lelap,” terang salah satu pejabat di rumah sakit tersebut, melansir dari VT, Kamis (23/7/2020).

Sebenarnya petugas rumah sakit sudah menasihati pria berusia 30 tahun itu agar tidak memanjat gedung rumah sakit demi keselamatan jiwanya sendiri. Tapi ia tidak menghiraukan hal tersebut dan terus menjenguknya selama lima hari sampai ibunya, Rasmi Suwaiti yang berusia 73 tahun meninggal dunia.

“Dia sangat dekat dengan ibu kami. Terutama sejak ayah kami meninggal 15 tahun lalu,” terang saudara laki-laki Al-Suwaiti.

Kabarnya Al-Suwaiti sangat putus asa dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama ibunya yang sedang berjuang melawan leukemia sebelum terinfeksi virus corona. Alhasil ia mencoba mendapatkan akses menuju kamar rumah sakit ketika sang ibu semakin bertambah parah.

 Baca juga: Jatuh Cinta dengan Pacar Sahabatmu, Ini Tips agar Tak Jadi Pelakor

Al-Suwaiti mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya dari jendela Unit Perawatan Intensif (ICU) pada 16 Juli 2020. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kondisi ibunya dari luar kamar rumah sakit. Peristiwa memilukan tersebut berubah menjadi ilustrasi yang indah oleh Mohamad Safa dan telah menyentuh orang-orang dari seluruh dunia.

"Ini membuat saya meneteskan air mata. Kehilangan ibu pada 2014 dan hidup menjadi tidak sama. Saya tidak merayakan ulang tahun karena ibu meninggal 9 hari sebelumnya. Perasaan tidak mendengar suaranya lagi benar-benar menghancurkan. Cinta dan cahaya bagi semua orang yang telah kehilangan orangtua,” terang salah satu netizen.

“Dia pasti [seorang] ibu yang luar biasa yang telah membesarkan putra yang begitu setia. Berkat untuk mereka berdua. Istirahatlah Dengan Damai, ibu yang terkasih,” terang netizen lainnya.

Sementara netizen ketiga menulis: “Saya tidak tahu mengapa tetapi gambar ini memukul hati saya. Nikmati kebersamaan dengan orangtua Anda selagi Anda bisa, tidak peduli berapa usia Anda. Beri tahu mereka bahwa Anda mencintai mereka."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini