Sering Ditakuti Perempuan, Apa Penyebab Kanker Ovarium?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 481 2251343 sering-ditakuti-perempuan-apa-penyebab-kanker-ovarium-9lAuvEenaM.jpg Sakit Covid-19 (Foto: Pittsburgh Post Gazette)

Penyakit kanker memang sulit dideteksi dan baru terlihat ketika sudah memasuki fase yang cukup kritis. Bagi para perempuan, kanker merupakan salah satu penyakit yang cukup mengkhawatirkan.

Bukan hanya kanker payudara, tapi juga kanker ovarium yang kerap menyerang para perempuan. Sama seperti kanker pada umumnya, gejala kanker ovarium memang sulit dideteksi.

Melansir Cancer.org pada Jumat (24/7/2020), penyebab penyakit kanker pun belum diketahui secara pasti. Umumnya, kanker ovarium terjadi karena adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel ovarium.

 kanker

Sel tersebut menjadi abnormal, serta tumbuh dengan cepat dan tidak terkontrol. Hingga saat ini, penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut belum diketahui dengan pasti.

Sedangkan teori lain menunjukkan bahwa kanker ovarium dapat terjadi karena adanya hormon pria (androgen).

Cancer.org mengatakan bahwa menggunakan pil KB dan melahirkan merupakan salah satu faktor untuk mengurangi risiko terserang kanker ovarium. Karena kedua hal ini dapat mengurangi jumlah pelepasan sel telur (ovulasi).

Beberapa peneliti berpikir bahwa kemungkinan adanya hubungan antara ovulasi dan tingkat risiko pengembangan kanker ovarium.

Sementara itu, melansir Mayoclinic, ada beberapa faktor risiko lain yang kemungkinan meningkatkan risiko terjadinya kanker ovarium, diantaranya:

1. Usia tua

Kanker ovarium dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun paling sering terjadi pada usia 50-60 tahun.

2. Faktor genetik

Meski belum ada penelitian bahwa kanker ovarium dapat menurun, tetapi dalam beberapa kasus ditemukan karena adanya mutasi gen yang diwarisi orangtua.

Gen yang diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium disebut gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2). Gen-gen ini juga meningkatkan risiko kanker payudara.

3. Terapi hormon

Terapi penggantian hormon estrogen, terutama dalam jangka panjang dan dosis yang besar dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ovarium.

Baca juga: Jatuh Cinta dengan Pacar Sahabatmu, Ini Tips agar Tak Jadi Pelakor

4. Usia menstruasi

Haid pada usia dini, atau menopause pada usia yang lebih tua, keduanya dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini