7 Makanan yang Dilarang untuk Program Hamil

Sabrina Mulia Rhamadanty, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 481 2251751 7-makanan-yang-dilarang-untuk-program-hamil-GO4cXoGbSW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA hamil, seorang calon ibu membutuhkan asupan nutrisi yang lebih untuk mempersiapkan tubuh kembang cabang bayi dalam kandungan. Meski begitu, tidak semua jenis makanan dapat dikonsumsi oleh Anda yang tengah mengikuti program hamil atau tengah hamil.

Di saat menjalani program hamil, wanita harus benar-benar menjaga pola makan. Jangan sampai makan sembarangan karena bisa mengganggu kesuburan.

Dilansir Okezone dari Tommys, Jumat (24/7/2020) ini dia tujuh makanan yang harus Anda hindari saat mengikuti program hamil. Yuk simak ulasannya!

Daging mentah atau setengah matang

daging

Masaklah daging sampai benar-benar matang sehingga tidak warna merah muda dalam daging atau darah. Paling aman untuk makan daging yang dimasak dengan baik saat Anda hamil.

Karena dalam daging yang mentah dapat mengandung toksoplasmosis, parasit kecil yang hidup di daging mentah, tanah dan kotoran kucing. Toksoplasmosis dapat sangat membahayakan ibu dan bayi, kemungkinan besar bayi akan mengalami cacat atau Ibu mengalami keguguran.

Baca Juga: Pakai Baju Ketat, 4 Pesona Maria Vania Makin Aduhai

Telur mentah atau telur setengah matang

 telur

Meski kaya dengan vitamin A, vitamin D dan kalsium yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Mengonsumsi telur mentah atau setengah matang sangat berbahaya untuk calon ibu hamil.

Penting bagi Anda untuk memasak sampai kuning telur dan putih telur benar-benar matang. Dan hindari makanan yang mengandung telur mentah di dalamnya, seperti mayones buatan sendiri atau mousse.

Di dalam telur mentah terdapat bakteri salmonella, yang merupakan penyebab umum keracunan makanan yang dapat membahayakan bayi dan membuat Anda sangat tidak sehat.

Susu yang tidak dipasteurisasi

susu

Susu pasteurisasi sangat adalah susu yang telah melewati proses pemanasan yang membuat hilangnya kuman dan bakteri dalam susu.

Anda harus menghindari susu yang belum melewati proses ini karena masih adanya bakteri dan kuman di dalam susu. Tidak hanya susu sapi, ini juga berlaku untuk susu kambing dan susu domba.

Mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi meningkatkan risiko terkena toksoplasmosis, listeriosis dan Campylobacter.

 

Alkohol

alkohol

Ketika Anda minum, alkohol berpindah dari darah Anda melalui plasenta dan ke bayi Anda. Tidak ada tingkat aman yang diketahui untuk minum alkohol selama kehamilan, jadi yang teraman adalah tidak minum sama sekali saat Anda hamil.

Mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan bayi terkena Fetal Alcohol Syndrome (FAS) yang berpotensi sebabkan kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), kematian janin mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS), hingga keguguran. Sedangkan pada bayi, FAS pengaruhi tumbuh kembangnya.

Kafein

kopi

Bagi Anda pecinta kopi, teh, cola atau minuman lainnya yang mengandung kafein tinggi cobalah untuk berpuasa caffein dulu.

Meminum kafein dalam jumlah besar, sangat tidak dianjurkan bagi Anda yang sedang mengikuti program kehamilan dan mungkin akan lebih sulit untuk hamil. Ini juga dapat meningkatkan risiko keguguran atau memiliki bayi dengan berat lahir rendah.

Anda harus membatasi asupan kafein hingga tidak lebih dari 200 mg sehari selama kehamilan. Satu kaleng cola mengandung sekitar 40 mg kafein, satu cangkir teh memiliki sekitar 75 mg, sebatang coklat biasa memiliki sekitar 50 mg, secangkir kopi instan memiliki sekitar 100 mg, satu cangkir kopi saring memiliki sekitar 140 mg.

Makanan tinggi gula

Makanan tanpa kandungan gizi seperti kue, biskuit, kue, keripik dan permen harus dijaga agar tetap minimum. Banyak dari opsi dari makanan-makanan ini hanya kaya gula dan lemak, tapi memiliki sedikit kandungan gizi, ini malah menyebabkan ibu hamil lebih cepat lapar dan dapat merusak upaya wanita hamil dalam mempertahankan berat badan yang sehat.

Beberapa jenis seafood

 seafood

Ikan baik untuk Anda dan Anda harus makan setidaknya dua porsi seminggu, seperti tuna segar, mackerel atau sarden. Namun, ada beberapa jenis ikan yang harus Anda hindari dan beberapa yang harus Anda batasi. Antara lain:

1. Hindari ikan todak, dan marlin karena memiliki kadar merkuri yang tinggi, yang dapat mempengaruhi sistem saraf bayi Anda.

2. Batasi tuna hingga tidak lebih dari dua ukuran sedang dan segar atau empat kaleng tuna kaleng dalam seminggu karena ia juga memiliki kadar merkuri yang tinggi.

4. Batasi ikan dengan kandungan minyak tinggi (salmon, mackerel, sarden, trout, herring, pilchards) hingga tidak lebih dari dua porsi seminggu karena mengandung polutan.

5. Hindari makan kerang mentah, seperti tiram, karena dapat menyebabkan keracunan makanan. Tapi tidak akan jadi masalah saat Anda memasak dengan baik dan matang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini