Tawon Unik, Mampu Ubah Perilaku Hewan Lain untuk Jaga Telurnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 23:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 612 2251385 tawon-unik-mampu-ubah-perilaku-hewan-lain-untuk-jaga-telurnya-uGdDjRq3xF.jpg Tawon Glyptapanteles letakkan telurnya di dalam tubuh makhluk lain (Foto : Odditycentral)

Setiap makhluk hidup memiliki caranya sendiri dalam berkembang biak. Salah satunya adalah Tawon Glyptapanteles yang meletakkan telur-telurnya dalam tubuh makhluk hidup lainnya. Ulat dari ngengat geometer Thyrinteina Leucocerae kerap ditargetkan sebagai tubuh hidup untuk menyimpan telur-telur mereka.

Tawon Parasit ini dapat bertelur hingga 80 butir dalam tubuh hewan malang yang ditumpanginya. Akibatnya ulat yang menjadi media penyimpanan telur dari para tawon parasit ini bertindak sebagai pengawal dan menyebabkan kematian secara perlahan yang sangat menyiksa.

Selain meletakkan telur di dalam tubuh makhluk hidup, para ilmuwan mengklaim bahwa serangga tersebut juga mampu mengubah perilaku inangnya menjadi pengawal untuk melindungi telur tawon dari serangan pemangsa.

Ulat

Setelah belatung tawon keluar dari tubuh inang yang digunakan, ulat akan berhenti bergerak dan makan dan mulai berdiam seperti patung. Ulat tersebut bahkan bersikap agresif terhadap bahaya sekecil apapun. Ia akan langsung mengayunkan kepala mereka dengan keras untuk mengusir predator yang mengganggu.

Seorang peneliti dari Universitas Amsterdam , Amir Grosman menemukan bahwa itu semua adalah bagian dari manipulasi tawon. Pada penelitian 2008 yang dilakukan dengan bantuan ilmuwan Belanda dan Brasil, Grosman menunjukkan bahwa ulat Thyrinteina leucocerae yang terinfeksi sama aktifnya dengan yang tidak terpengaruh.

Baca Juga : Wamenparekraf Ajak Pengusaha Wanita Indonesia Turut Serta dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Namun, ketika telur tawon menetas sebagian besar inang yang terinfeksi mengubah perilaku mereka menjadi pengawal untuk pembunuh untuk diri mereka sendiri. Para ulat setengah zombie ini tidak bergerak, tidak makan, mereka hanya menggelengkan kepalanya dengan keras setiap kali bau busuk mendekat.

Menariknya, semua Thyrinteina leucocerae yang terinfeksi bereaksi seperti ini di hadapan stinkbugs, dan hanya satu dari 20 ulat yang tidak terpengaruh yang menunjukkan perilaku serupa. Penelitian Grosman menunjukkan bahwa pertahanan ulat Thyrinteina leucocerae adalah pertahanan yang efektif, karena dalam 60 persen kasus, stinkbugs menyerah mencoba memakan pupa tawon, atau terlempar dari cabang mereka.

Melansir dari Oddity Central, Jumat (24/7/2020), ketika para ulat pengawal tidak terpengaruh dengan perubahan prilaku, maka tingkat kematian pupa tawon menjadi dua kali lipat. Satu-satunya hadiah ulat untuk pekerjaan mereka menjaga telur adalah kematian yang lambat. Dalam studi 2008, semua Thyrinteina leucocerae yang terinfeksi mati dalam waktu seminggu setelah pupa tawon lahir.

Saat ini ilmu pengetahuan belum dapat menjelaskan mengenai fenomena ini. Grosman dan timnya menyimpulkan bahwa pupa tawon tidak mengeluarkan bahan kimia yang mengubah pikiran, karena menempatkan mereka di sebelah inang yang tidak terpengaruh tidak memiliki infeksi pada mereka.

Ulat Jaga Telur Tawon

Penanaman telur di dalam ulat juga tidak menjadi pemicunya, pasalnya perubahan hanya muncul dua minggu kemudian dan ulat yang rusak secara artifisial tidak bertingkah dengan cara yang sama. Ketika membedah ulat ngengat geometer, Amir Grosman membuat penemuan yang menarik.

Ia percaya parasit inilah yang entah bagaimana memanipulasi ulat untuk mengasumsikan peran pengawal untuk saudara kandung mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini