Disebut Pembaca Berita Kematian, Achmad Yurianto: It's Okay

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 612 2251649 disebut-pembaca-berita-kematian-achmad-yurianto-it-s-okay-D9rOBOTReF.jpg Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)

ACHMAD Yurianto berhenti bertugas menjadi Juru Bicara Penanganan Covid-19 per 21 Juli 2020. Ia memulai tugas tersebut sejak 3 Maret, itu berarti masa tugasnya ialah 140 hari.

Bukan waktu yang sebentar untuk Achmad Yurianto menjalankan tugas yang cukup penting tersebut. Banyak hal yang terjadi, yang paling berkesan adalah saat netizen memuji banyaknya koleksi kemeja batik Yuri. Tidak hanya itu, masker batik yang dia kenakan pun sempat diapresiasi publik.

Selama Achmad Yurianto menjabat sebagai Jubir Covid-19, ternyata ada juga istilah yang diberikan pada dia, salah satunya 'Pembaca Berita Kematian'. Hal tersebut dibenarkan Yuri, sapaan akrabnya, saat diwawancarai di Podcast Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: SK Reisa Broto Asmoro Jadi Jubir Covid-19 Turun, Selamat Ya Dok!

achmad yurianto

"Iya, benar ada yang nyebut saya Pembaca Berita Kematian. Saya sih enggak apa-apa, it's okay," terangnya di Podcast bertajuk 'Purna Tugas Jubir Penanganan Covid-19', Jumat (24/7/2020).

Istilah itu muncul, sambung Yuri, karena masyarakat cenderung memberi perhatian penuh pada update angka kasus Covid-19 yang diberikan di 5 menit terakhir siaran langsung yang dimulai pukul 15.30 WIB itu.

Bercerita di Podcast itu, gambar yang dikesankan masyarakat berbeda dengan apa yang dirasakan. Jadi, di update kasus Covid-19, Yuri memiliki waktu 15 menit untuk publik; 10 menit mengedukasi yang tematik sesuai dengan data dan analisis yang didapatkan timnya, 5 menit terakhir seputar data yang menjelaskan angka-angka.

"Yang dibutuhin media adalah update datanya. Setiap orang yang melihat segment itu, memberikan kesan 'Pembawa Berita Kematian'. Setelah itu, tim kami berpikir untuk mengubah taktik tersebut," paparnya.

Salah satu hasil yang didapatkan adalah menghadirkan Dokter Reisa untuk memberi kesan lebih tenang ke masyarakat. "Tapi, ternyata tetap saja 5 menit seputar data yang paling dinantikan. Yasudah begitu," ungkapnya lantas tertawa kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini