Benarkah Pria Botak Lebih Mudah Terinfeksi Virus Corona?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 02:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 481 2252063 benarkah-pria-botak-lebih-mudah-terinfeksi-virus-corona-isiCBZDcnk.jpg Ilustrasi. (Foto: Express)

KASUS kematian dokter Amerika Serikat bernama Dr. Frank Gabrin akibat Covid-19 menimbulkan spekulasi baru terkait penyakit ini. Spekulasi tersebut, yakni orang botak cendrung lebih mudah terpapar covid-19.

Dalam teorinya, Profesor Carlos Wambier dari Brown University menjelaskan, kebotakan yang dialami seorang pria akan memperburuk kondisi tubuhnya dalam melawan virus corona. Bahkan, ketika Anda dinyatakan positif Covid-19 dan botak, keparahan kondisi penyakit bukan isapan jempol.

Menurut laporan Telegraph, bukan hanya pria botak yang rentan terinfeksi Covid-19, tetapi penelitian di Inggris dari Public Health English, menerangkan bahwa pria usia produktif pun dua kali lebih mungkin meninggal dunia akibat Covid-19.

botak

Dalam sebuah penelitian, 79 persen pria yang menderita Covid-19 di tiga rumah sakit di Madrid itu botak. Studi terhadap 122 pasien yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology, melanjutkan penelitian sebelumnya, di antara 41 pasien Covid-19 di rumah sakit Spanyol, ditemukan 71 persen dari mereka botak.

Meski begitu, ilmuwan lain mengatakan bahwa lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi sangat senang dengan hubungan potensial yang ditemukan para peneliti ini.

Baca Selengkapnya: Pria Botak Disebut Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini