Ini Alasan Pengobatan Kanker Tak Boleh Ditunda di Tengah Pandemi Covid-19

Senin 27 Juli 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 481 2252717 ini-alasan-pengobatan-kanker-tak-boleh-ditunda-di-tengah-pandemi-covid-19-3uG2SDLmZ7.jpg Sakit kanker (Foto: BBC)

Di tengah pandemi Covid-19, pengobatan penyakit kanker tidak boleh ditunda. Sebab sel kanker setiap hari tidak berhenti membelah.

Menunda pengobatan akan berdampak pada tingkat penyembuhan. Oleh karena itu pasien kanker disarankan untuk tetap berkonsultasi yang bisa dilakukan secara virtual.

Apabila berada pada kondisi yang krusial maka pasien bisa bertatap muka langsung dan sesuai anjuran dokter. Berdasarkan data Globocan 2018, angka kejadian kanker kepala dan leher di Indonesia masuk urutan kelima besar kanker terbanyak pada laki-laki.

 kanker

Sedangkan pada 2020, angka kasus baru kanker kepala dan leher meningkat sebesar 883.000 dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu 634.000 kasus. Tak dipungkiri, kanker kepala dan leher merupakan hal yang sulit bagi pasien.

Kanker ini dapat terlihat jelas di tubuh pasien dan sangat mempengaruhi kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, berbicara yang pada akhirnya berdampak pada kehidupan sosialnya.

Seperti dilansir dari Sindo News, pengobatan kanker kepala dan leher tergantung dari stadium, posisi dari kanker dan juga kondisi pasien secara keseluruhan.

 Baca juga: Netizen Rindu Jubir Covid-19, Yuri: Saya Bersyukur

Dokter pada umumnya merekomendasikan beberapa jenis pengobatan seperti operasi, radioterapi, kemoterapi dan terapi target.

Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad selaku Koordinator Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM mengatakan, pasien kanker harus teratur berobat, apalagi terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan pasien kanker rentan terhadap virus Covid-19, salah satunya adalah masalah imunitas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini