Pasien Kanker Memiliki Tingkat Risiko Paparan Covid-19 Lebih Tinggi

Senin 27 Juli 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 481 2252753 pasien-kanker-memiliki-tingkat-risiko-paparan-covid-19-lebih-tinggi-K4bsPDFfgm.jpg Pasien kanker (Foto: Cleveland Clinic)

Pasien kanker memiliki tingkat risiko paparan Covid-19 lebih tinggi sebesar 3,5 kali lipat dibanding dengan pasien yang bukan kanker. Ini termasuk pasien kanker kepala dan leher mengingat keadaan sistem imunitas mereka.

Oleh karena itu diperlukan pedoman yang tepat dalam pemberian pengobatan kanker kepala dan leher yang aman bagi para pasien kanker ini.

Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad selaku Koordinator Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM mengatakan, terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan pasien kanker rentan terhadap virus Covid-19, salah satunya adalah masalah imunitas.

 kanker

Kekebalan tubuh yang rendah menjadikan pasien kanker pada saat menjalankan pengobatan rentan terinfeksi virus. “Oleh karena itu, sangat penting pasien kanker untuk meminimalkan paparan terhadap virus dan menerapkan praktik higiene yang baik seperti rutin membersihkan tangan, menggunakan desinfektan untuk peralatan yang digunakan, hindari kontak, langsung dan jaga jarak,” kata Prof. Tati.

Sementara itu, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B-Onk, M.Epid, MARS menekankan, pasien kanker kepala dan leher penting untuk menyadari bahwa mungkin akan ada perubahan pada cara mereka dirawat. Untuk itu diharapkan pasien selalu aktif mengkomunikasikan keluhan yang muncul pada dokternya sehingga perkembangan penyakitnya dapat terpantau.

 Baca juga: Netizen Rindu Jubir Covid-19, Yuri: Saya Bersyukur

“Adanya komunikasi antara ahli medis dan pasien akan menghasilkan langkah yang tanggap apabila pasien kanker positif terinfeksi Covid-19, seperti pertimbangan ulang terkait pengobatan kanker dan perawatan intensif Covid-19 sehingga menghindari komplikasi lebih jauh,” beber dr. Sonar.

Merawat pasien kanker khususnya pasien anak di masa pandemik memang tidak mudah. Pasalnya, sebelum pandemi, daya tahan tubuh anak dengan kanker sudah sangat lemah.

“Apalagi selama pandemi, para orangtua merasakan kekhawatiran yang lebih tinggi dan harus lebih waspada dari risiko tertular infeksi, termasuk Covid-19,” jelas Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Rahmi Adi Tahir.

Lalu bagaimana prosedur rapis test maupun swab test Covid-19 untuk pasien kanker anak? Dijelaskan dr. Haridini Intan Mahdi SpA(K) Konsultan Hematologi Onkologi Anak dari RS Kanker Dharmais, secara umum pemeriksaan rapid maupun swab test pada anak penderita kanker, sama saja dengan anak-anak maupun orang dewasa pada umumnya.

Seperti dilansir Sindo News, ada dua jenis tes Covid-19 yang rutin dikerjakan yaitu tes cepat atau rapid test dan swab test (tes PCR). Tes cepat dilakukan dengan uji plasma darah untuk melihat antibodi virus.

Tes ini dilakukan pada pasien kanker anak baik itu pasien baru, maupun pasien rawat rawat yang akan menjalani kemoterapi atau tindakan prosedural media lainnya. Hasil rapid test berlaku 7 hari, sedangkan hasil test PCR berlaku 14 hari. Jadi apabila pasien dirawat melebihi 7 hari, akan dilakukan tes ulang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini