Pariwisata Bali Siap Dibuka, Begini Persiapannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 406 2253508 pariwisata-bali-siap-dibuka-begini-persiapannya-BSRPcB3nOQ.jpg Wisata Bali (Foto: Whats Up Mexico)

Pariwisata Bali akan kembali dibuka untuk umum pada 31 Juli mendatang. Pembukaan sektor pariwisata ini tentunya diiringi oleh sejumlah peraturan dan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Bahkan, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, pihaknya telah membentuk dua tim yang masing-masing berfokus pada penanganan Covid-19 serta percepatan pemulihan ekonomi atas dampak dari Covid-19.

Saat ini situasi memang sudah mulai kondusif, karena itu upaya untuk percepatan pemulihan ekonomi akan segera dilakukan.

 Wishnutama

Pada 9 Juli 2020, Pemerintah Provinsi Bali sebetulnya telah membuka tahapan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dan terbatas. Yakni masyarakat Bali telah kembali melakukan aktivitas kecuali di sektor pendidikan dan pariwisata.

"Untuk tahap kedua akan dilakukan pada 31 Juli 2020, aktivitas pariwisata dibuka namun hanya untuk wisatawan nusantara. Kami telah menyiapkan dengan baik bersama para pihak pelaku usaha pariwisata serta atas kesepakatan bupati dan walikota," kata Koster seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (27/7/2020).

Selanjutnya untuk tahap ketiga, direncanakan akan dilakukan pada 11 September 2020 dengan membuka sektor pariwisata secara penuh dan sudah mulai membuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara.

 Baca juga: Pengen Liburan ke Candi Arjuna? Ikuti Sederet Protokol Kesehatan Ini Yuk

Untuk pelaksanaan tiga tahapan ini, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Sektor Fasilitas Umum. Khususnya di sektor pariwisata untuk dapat mengikuti protokol serta menyiapkan diri dengan melakukan assessment.

Pelaku usaha yang telah siap akan diberikan sertifikat dan dipantau secara ketat agar dapat berjalan dengan tertib dan disiplin. Jika pelaksanaan tidak sesuai dengan komitmen, maka perusahaan tersebut akan dihentikan untuk melaksanakan aktivitas usahanya.

"Karena itu surat edaran ini harus dijalankan dengan benar sehingga aktivitas perekonomian bisa berjalan namun tetap aman dari COVID-19. Sehingga akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan," kata Koster.

Pembukaan pintu pariwisata Bali mendapat sambutan positif dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Namun, dia mengingatkan agar pekerja serta pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali mempersiapkan diri dan terus menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

"Saya sangat bersyukur kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali akan mulai beroperasi, untuk itu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali diharapkan terus dapat menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya dan penuh kedisiplinan," kata Wishnutama.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini