Catat! Ini Protokol Kesehatan di Bandara untuk WNI dan WNA yang Masuk Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 406 2253587 catat-ini-protokol-kesehatan-di-bandara-untuk-wni-dan-wna-yang-masuk-indonesia-GnSMY9PMjY.jpg WNI atau WNA yang masuk Indonesia akan diperiksa di Bandara (Foto : Dok.Okezone)

Pandemi Covid-19 membuat kondisi serba tidak pasti. Termasuk untuk urusan transportasi. Ya, meski pemerintah sudah melonggar kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih banyak masyarakat yang khawatir dan ragu menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat terbang.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Anas Ma’ruf, MKM, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan sejumlah protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Protokol tersebut berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan internasional maupun domestik. Namun ada beberapa perbedaan yang wajib diketahui calon penumpang.

"Protokol yang kami buat merupakan penjabaran dari surat edaran Menteri Kesehatan RI yang telah dikeluarkan pada bulan Mei lalu," kata Anas dalam diskusi di gedung BNPB, Selasa (27/7/2020).

Validasi Data

Lebih lanjut Anas menjelaskan, untuk protokol kesehatan kedatangan dan keberangkatan internasional, penumpang diwajibkan memiliki sertifikat tes Polymerasi Chain Reaction (PCR) negatif. Dalam arti lain, mereka harus melakukan swab test terlebih dahulu untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

Lalu bagi WNI atau WNA yang telah memiliki sertifikat PCR, mereka dapat menggunakan jalur khusus untuk mempermudah proses pengecekan selanjutnya. Perlu diketahui pula bahwa sampai detik ini, KKP juga mewajibkan para penumpang untuk mengisi Health Card Alert yang kini dapat diakses secara online.

"Kemudian ada beberapa formulir lain yang harus diisi. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan, seperti pemeriksaan suhu, nadi, saturasi oksigen, kemudian dilakukan wawancara," ungkap Anas.

Baca Juga : 5 Pose Dokter Gigi Cantik Nina Agustin Tanpa Baju APD Fashionable, Kece Lho

Wawancara akan dilakukan oleh petugas khusus untuk mendalami lebih lanjut hasil PCR yang dimiliki penumpang. Seperti apa statusnya, dan sampai kapan sertifikat PCR mereka berlaku.

Ini untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kasus OTG (Orang Tanpa Gejala). Bisa saja mereka yang telah memiliki PCR negatif, namun tiba-tiba mengalami gejala Covid-19 seperti demam hingga sakit kepala. Jika demikian, penumpang akan dipisahkan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bila hasil pemeriksaan mengarah ke suspect Covid-19, maka akan langsung dirajuk ke RS darurat Covid-19 di Wisma Atlet. Namun, apabila saat proses wawancara penumpang tidak menunjukkan gejala tersebut, maka sertifikat PCR mereka akan langsung divalidasi.

"Setelah itu, barulah kami akan mengeluarkan clearance atau surat izin kesehatan. Dengan demikian, penumpang boleh langsung pulang ke rumah atau melakukan perjalanan domestik. Dengan catatan sudah melalui seluruh proses pengecekan. Tetapi tetap dianjurkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari," kata Anas.

Lantas, bagaimana bila ada penumpang dari luar negeri yang datang ke Indonesia tanpa membawa sertifikat PCR?

Protokol Kesehatan

Anas mengatakan bahwa pada dasarnya prinsip pemeriksaan sama dengan mereka yang memiliki PCR. Mereka harus mengisi dokumen, melakukan pemeriksaan kesehatan, kemudian melakukan rapid test di bandara. Tidak perlu khawatir karena penumpang tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Ini berlaku untuk WNI maupun WNA.

"Kalau hasilnya reaktif akan dirujuk ke rumah sakit darurat corona di Kemayoran. Kalau tidak reaktif akan diberi pengantar karantina oleh petugas kesehatan dan harus menjalani swab test. Selama pemeriksaan, mereka bisa memilih hotel karantina sesuai dengan keinginan, namun tentu saja berbayar," kata Anas.

"Swab test atau PCR-nya sendiri akan dilakukan oleh pemerintah. Bila datang malam, paginya akan langsung diambil swab. Lalu menunggu hasil test-nya selama 2-3 hari. Kalau positif dan tanpa gejala, tetap akan dirujuk ke rumah sakit darurat corona," tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini