Jangan Dikencingi, Ini Cara yang Benar Atasi Sengatan Ubur-Ubur saat Main di Pantai

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 481 2253521 jangan-dikencingi-ini-cara-yang-benar-atasi-sengatan-ubur-ubur-saat-main-di-pantai-cyYHKTYG88.jpg Ubur-ubur (Foto: Pinterest)

Bermain di pantai memang menyenangkan, namun tanpa disadari kehadiran koloni ubur-ubur bisa menjadi ancaman bagi para pengunjung. Tak sedikit para pengunjung yang disengat dan mengalami cedera akibat disengat oleh hewan yang satu ini.

Beberapa dari mereka yakin, salah satu cara untuk meredakan sengatan ubur-ubur adalah dengan mengencinginya. Namun kebiasaan ini justru keliru dan berbahaya pada luka yang mereka miliki.

Seperti diketahui, ubur-ubur kotak dianggap sebagai salah satu hewan laut paling berbisa. Mereka memiliki racun yang menyerang jantung, sistem saraf dan sel-sel kulit. Rasa sakit yang dirasakan korbannya diketahui dapat menyebabkan orang tersentak atau mati karena gagal jantung.

 ubur-ubur

Korban juga mungkin berisiko tenggelam setelah tersengat di dalam air. Seorang pakar dari S.E.A. Akuarium, Vivian Cavan mengatakan, para korban yang terkena sengatan ubur-ubur harus mencoba menuangkan atau mengompres daerah luka dengan cuka.

Melansir dari Asia One, Selasa (28/7/2020), cuka akan menghentikan nematocysts (sel penyengat) agar tidak mengeluarkan lebih banyak racun. Jika cuka tidak tersedia, air hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit. Meski demikian seseorang harus segera mendapatkan perhatian medis.

"Tolong, jangan lakukan kebiasaan mengencingi luka sengatan. Itu hanya mitos dan tindakan itu benar-benar membuatnya lebih buruk," tambah Cavan.

 Baca juga: Pengen Liburan ke Candi Arjuna? Ikuti Sederet Protokol Kesehatan Ini Yuk

Natrium dalam urin manusia, ditambah dengan kecepatan aliran urin dapat menggerakkan penyengat. Kondisi ini dapat memicu pelepasan lebih banyak racun. National Parks Board (NParks) Singapura mengatakan sengatan yang menutupi lebih dari satu anggota tubuh dianggap mengancam jiwa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini