Teman Kantor Positif Covid-19 Bisa Sebabkan Kamu Stres, Ini 4 Tandanya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 196 2253813 teman-kantor-positif-covid-19-bisa-sebabkan-kamu-stres-ini-4-tandanya-HRAIZhLQDj.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PERKANTORAN dinilai menjadi salah satu klaster persebaran Covid-19 di era new normal. Hal ini dibuktikan dari banyak karyawan yang posiif Covid-19.

Nah jika ada teman kantor sudah positif Covid-19, tentu hal ini akan membuat yang lainnya menjadi cemas, mungkin termasuk Anda. Perlu diketahui, kecemasan berlebih dapat menyebabkan Anda stres.

Biasanya, stres di kantor bisa diindikasi dengan tanda-tanda yang muncul. Jika salah satunya terjadi pada Anda, ada kemungkinan bahwa Anda stres di kantor, karena takut tertular teman kantor yang positif Covid-19.

Baca Juga: Label Nutrisi Beras Merah yang Lebih Sehat dari Beras Putih

Seperti apa sih tanda-tandanya? Simak yuk ulasannya berikut ini dilansir Okezone dari Everydayhealth, Rabu (29/7/2020).

Sulit konsentrasi dan mengingat

stres

Menurut Psikolog dan Ahli Terapi Perilaku di Great Neck, NY, Natascha Santos, PsyD, individu yang depresi mengalami gejala berupa kesulitan dalam pemrosesan pengambilan informasi yang cepat dan efisien. Hal ini karena penciptaan sebuah ingatan melibatkan banyak area di otak. Jika kerja otak terpengaruh gejala depresi, maka akan berdampak pada kemampuan berkonsentrasi dan mengolah ingatan.

Tanda-tanda karyawan yang mengalami gangguan konsentrasi adalah salah paham saat menerima instruksi dari atasan. Beberapa orang juga tidak bisa mengingat informasi yang baru disampaikan karena tak fokus. Mereka juga tidak bisa mengerjakan tugas dengan benar, dan hasil pekerjaannya di bawah ekspektasi. Pada akhirnya, produktivitas kerja menurun.

Kehilangan semangat kerja

 

Depresi bisa menyebabkan anhedonia, yaitu kehilangan minat terhadap hal yang disukai seperti pekerjaan dan berhubungan sosial dengan teman. Setelah kehilangan minat, seseorang juga bisa mengalami penurunan kemampuan merasakan kesenangan.

Karyawan biasa seharusnya bersemangat pada pekerjaannya karena menjalani profesi pilihan yang dicita-citakan sejak lama. Gejala depresi bisa kelihatan dari perilaku karyawan yang tidak bisa lagi merasakan semangat itu. Ia tidak termotivasi lagi untuk mengerjakan hal yang disukai. Ia juga tidak akan berusaha untuk berhasil, apalagi mencoba menaiki tangga karier.

Menarik diri dari pergaulan

kantor

Masih terkait gejala anhedonia yang disebabkan oleh depresi. Orang yang depresi tidak bisa lagi merasakan kesenangan dari hubungan sosial dengan teman atau rekan kerja. Dia tidak lagi berusaha untuk berbaur, malah sebaliknya malah menarik diri dari pergaulan.

Karyawan yang tengah depresi tidak tertarik untuk mengobrol di sela jam kerja, makan siang bersama teman, apalagi mengikuti outing kantor. Dia akan berusaha menghilang tanpa ada yang menyadari. Dia akan pulang kantor lebih cepat untuk menghindari ajakan nongkrong di cafe setelah jam kerja.

Sering absen

Sampai pada satu titik, karyawan yang depresi sudah tidak mau lagi masuk kerja karena merasa tertekan. Ia akan minta izin tidak masuk kerja karena berbagai alasan, seperti sakit. Bisa jadi, alasan sakit memang benar adanya, karena salah satu gejala depresi memang berupa kelelahan, nyeri, sakit kepala, atau kram yang tidak kunjung hilang.

Atasan dan rekan kerja harus menyadari gejala depresi ini. Jika ada rekan yang menunjukkan tanda-tanda depresi di kantor dan sering tak masuk kerja, maka cobalah mengunjunginya. Jangan sampai ia melakukan percobaan bunuh diri.

Apabila Anda menyadari diri mengalami depresi, maka segera saja mendatangi psikiater untuk mendapat bantuan. Jangan menunda pemeriksaan dengan alasan takut dibilang mengalami gangguan jiwa. Hal ini untuk menghindari dampak buruk yang mungkin disebabkan oleh depresi

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini