Share

Waspada, Ini Gejala Batu Ginjal Staghorn yang Sering Tak Disadari

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 481 2253952 waspada-ini-gejala-batu-ginjal-staghorn-yang-sering-tak-disadari-lWqp9Sl14x.jpg Waspadai gejala batu ginjal yang sering tak disadari (Foto : Healthline)

Sama seperti beberapa penyakit lainnya, gejala batu ginjal staghorn atau tanduk rusa seringkali tidak disadari oleh si penderita. Akibatnya, banyak dari mereka yang terlambat menjalani pengobatan.

Umumnya, mereka pergi ke rumah sakit ketika batu ginjal tanduk rusa itu sudah membesar sehingga diperlukan tindakan pembedahan. Padahal, jika penderita dapat mendeteksi sejak awal, penyakit ini bisa diobati tanpa di operasi.

Agar lebih tanggap terhadap penyakit ini, Dokter Spesialis Urologi Ponco Birowo memberikan pemaparan terhadap gejala penyakit batu ginjal tanduk rusa ini. Umumnya, penyakit ini ditandai dengan nyeri pinggang.

nyeri pinggang

Nyeri pinggang, bisa berupa nyeri kolik maupun non kolik. Nyeri kolik terjadi karena aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises meningkat dalam usaha untuk mengeluarkan batu dari saluran kemih.

"Selain nyeri pinggang, ada juga yang namanya nyeri tekan atau ketok. Ini terjadi pada daerah arkus kosta pada sisi ginjal yang terkena," ungkap dokter Ponco dalam video konferensi pada Rabu (29/7/2020).

Baca Juga : Mengenal Batu Ginjal Staghorn, Penyakit Akibat Kurang Minum Air Putih

Selain itu, terdapat pula gejala-gejala infeksi saluran kemih seperti nyeri pinggang, demam, disuria atau kencing terasa sakit, dan frekuensi buang air kecil bertambah.

Sementara itu, ada juga gejala yang disebut hematuri. Hematuri disebabkan dari trauma mukosa saluran kemih yang disebabkan oleh batu, terutama sehabis berolahraga atau melaksanakan aktivitas yang berat karena batu yang ada akan saling bergesekan dan mengikis mukosa saluran kemih.

Untuk mendiagnosa adanya penyakit batu ginjal tanduk rusa, akan dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh dokter. Seperti pemerikasaan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan radiologi, laboratoriun, dan pemeriksaan penunjang yang lainnya agar dapat menegakkan diagnosis dari penyakit ini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini