Tes Darah, Cara Terbaik untuk Diagnosis Hepatitis B

Rabu 29 Juli 2020 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 481 2254072 tes-darah-cara-terbaik-untuk-diagnosis-hepatitis-b-30oEhbdnjL.jpg Tes darah (Foto: GHP News)

Penyakit hepatitis masih banyak menjangkiti masyakarat. Apalagi di Indonesia kasus hepatitis B terbanyak dibanding kasus jenis hepatitis lain.

“Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, menyerang organ hati hingga menimbulkan penyakit akut dan kronis,” kata Dr. dr. Andri S Sulaiman, SpPD-KGEH, FINASIM, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dalam webinar belum lama ini.

 hepatitis

Menurut Ketua PPHI-PEGI Cabang Makassar dr. Fardah Akil, SpPD-KGEH, FINASIM, virus hepatitis B bisa ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B. “Adapun untuk gejala serta tanda hepatitis B tidak spesifik, dan sebagian besar penderita tidak mengalami gejala saat awal infeksi.”

Cara terbaik untuk diagnosis hepatitis B adalah melakukan tes darah. Jika seseorang tidak terinfeksi, diharapkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis. Namun, jika terinfeksi, maka bisa menjalani pengobatan.

Program nasional dalam pencegahan dan pengendalian virus hepatitis B saat ini fokus pada pencegahan penularan ibu ke anak karena sekitar 95% penularan hepatitis B adalah secara vertikal, yaitu dari ibu yang positif hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya.

“Oleh karena itu kami sangat menekankan kepada seluruh masyarakat agar melakukan deteksi dini hepatitis B,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes.

Seperti dilansir dari Sindo News, pengobatan yang dilakukan bagi pasien hepatitis B berguna untuk mencegah terjadinya kanker hati ataupun sirosis (pengerasan hati). Saat ini, banyak penderita yang tidak tahu dirinya terkena hepatitis B lantaran tak bergejala.

Jadi walau sudah terinfeksi virus hepatitis B, jika tidak diperiksa maka tetap tidak akan diketahui penyakitnya mengingat hati adalah organ yang cukup kuat. Bahkan sekalipun sudah kanker hati, penderita mungkin tidak menunjukkan gejala yang berarti.

 Baca juga: Chef Beken Indonesia Bocorkan Rahasia Membuat Bumbu Sate Enak untuk Idul Adha

Kalau sudah sampai tahap ini terdiagnosanya, bisa saja enam bulan kemudian pasien meninggal. Perjalanan penyakit hingga terjadinya kanker hati ini bisa berlangsung 20 tahun.

(DRM)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini