Hore, Besok Pariwisata Bali Dibuka! Wisatawan Domestik Harus Penuhi 12 Syarat Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 406 2254529 hore-besok-pariwisata-bali-dibuka-wisatawan-domestik-harus-penuhi-12-syarat-ini-wC7nLOvK7W.jpg Bali dibuka kembali (Foto: Kemenparekraf)

Setelah melalui sejumlah tahap persiapan, termasuk menerapkan protokol kesehatan dan melakukan simulasi uji coba, Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan normalisasi sektor pariwisata tahap kedua pada 31 Juli 2020 mendatang. Artinya, mulai besok wisatawan sudah dapat menyambangi objek-objek wisata yang ada di Pulau Bali.

Namun untuk saat ini, hanya wisatawan domestik yang diperkenankan melakukan aktivitas wisata di daerah tersebut. Terkait hal ini, Pemprov Bali juga telah mengeluarkan surat edaran berisikan prosedur yang harus dipenuhi wisatawan domestik saat hendak melancong ke Bali.

Disebutkan dalam surat itu bahwa kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga, agar tercipta keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali sehingga Bali tetap memilki daya tarik yang kuat, dicintai, dihormati dan disegani oleh masyarakat dunia.

 wisata Bali

"Sejalan dengan nilai-nilai yang luhur itu, maka kepariwisataan Bali harus mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas yang lebih memberi perlindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dalam masa pandemi Covid-19," bunyi Surat Edaran yang dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster pada Selasa (28/7/2020).

Nah, berikut ini prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh wisatawan domestik saat berkunjung ke Bali, antara lain:

1. Bebas Covid-19 dengan menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Plymerase Chain Reaction), minimum hasil non-reaktif rapid test dari instansi yang berwenang.

2. Masa berlaku surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test untuk berkunjung ke Bali adalah paling lama 14 hari sejak surat keterangan tersebut dikeluarkan.

3. Wisatawan yang telah menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis Covid-19.

4. Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali.

Baca juga: H-1 Idul Adha, Ini Resep Mengolah Sate Kambing Empuk dan Nikmat

5. Wisatawan yang hasilnya reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR di Bali. Selama menunggu hasil uji swab, wisatawan menjalani proses karantina di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

6. Wisatawan yang positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di Bali.

7. Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan.

8. Sebelum keberangkatan ke Bali, setiap wisatawan berkewajiban mengisi aplikasi LOVEBALI. Petunjuk aplikasi LOVEBALI dapat diakses pada laman https://lovebali.baliprov.go.id. Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap wisatawan sudah mengisi Aplikasi LOVEBALI.

9. Selama melaksanakan aktivitas wisata di Bali, wisatawan berkewajiban melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Bali Era Baru sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Bali yaitu, menggunakan masker/pelindung wajah; mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer; memenuhi ketentuan menjaga jarak minimal satu meter pada saat berinteraksi dan duduk; melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); menutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan pada saat bersin dan batuk; menghindari penggunaan tangan secara langsung menyentuh area wajah, seperti: mata, hidung, dan mulut; menjalani pengukuran suhu tubuh; membersihkan barang pribadi, seperti handphone, kacamata, tas, masker, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan sesuai kebutuhan; bersedia diperiksa oleh petugas kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19; menghindari kontak fisik saat menyampaikan salam.

10. Selama berada di Bali, wisatawan diimbau mengaktifkan Global Positioning System (GPS) pada smartphone demi upaya perlindungan dan pengamanan bagi wisatawan.

11. Wisatawan dapat menyampaikan keluhan atau masalah selama berada di Bali melalui Aplikasi LOVEBALI.

12. Wisatawan berkewajiban mematuhi ketentuan dalam surat edaran ini. Bagi wisatawan yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini