Kabar Baik untuk Budget Traveler, Banyuwangi akan Kembangkan Homestay Besar-besaran

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 406 2254780 kabar-baik-untuk-budget-traveler-banyuwangi-akan-kembangkan-homestay-besar-besaran-r6LSUinlVi.jpg Bupati Banyuwangi Azwar Anas (Foto : Dimas/Okezone)

Kabupaten Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus mengembangkan objek wisata di tengah pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mendorong pengembangan homestay-homestay lokal.

Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah melarang pembangunan hotel-hotel budget di sejumlah objek wisata. Salah satunya di Pulau Merah.

Kebijakan ini bertujuan agar usaha homestay milik warga lokal dapat berkembang pesat. Dengan begitu, ke depannya masyarakat bisa merasakan secara langsung dampak dari kemajuan pariwisata di daerah mereka sendiri.

Bupati Banyuwangi

"Pertumbuhan homestay di Banyuwangi itu sangat pesat. Sekarang kami sudah memiliki 640 homestay yang tersebar di seluruh objek wisata. Hotel budget sekarang dilarang dibangun, minimal hotel bintang 3 sampai bintang 5. Tujuannya agar homestay-homestay masyarakat setempat bisa berkembang," kata Azwar Anas di Pendopo Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu 27 Juli 2020.

Baca Juga : Thread Predator Fetish Kain Jarik Viral, Apa Itu Fetish?

Menariknya, pengembangan homestay di Pulau Merah ini seiring dengan rencana Pemkab Banyuwangi untuk menciptakan objek wisata pasca Covid-19, yang mengusung konsep sehat, aman, dan nyaman.

Pulau Merah

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, Bramuda. Dia mengatakan bahwa pemilihan Pulau Merah sebagai objek wisata pasca Covid-19, lantaran tempat ini menyuguhkan suasana yang tenang, nyaman, dan udara sejuk.

Selain itu, Pulau Merah juga telah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Kesadaran masyarakat dan pihak pengelola memang terbilang tinggi, mengingat pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi di daerah tersebut.

"Dan kami saat ini sedang melakukan banyak penindakan serta controlling untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat seputar protokol kesehatan. Selain itu, akan ada sanksi kepada mereka yang tidak menjalankannya. meski pun sudah kita pasangkan sticker bebas Covid-19, tapi tetap akan kami berikan punishment," tandasnya.

(hel)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini