Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat, Pemukiman Padat dan Perkantoran Jadi Klaster Baru

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 481 2254500 kasus-covid-19-di-jakarta-meningkat-pemukiman-padat-dan-perkantoran-jadi-klaster-baru-1bjfw3cBLr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat. Peningkatan kasus ini juga dihitung berdasarkan jumlah penduduk yang ada.

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengungkapkan bahwa jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat, karena Tim Surveilans DKI Jakarta aktif melakukan pemeriksaan terhadap warganya. Pemeriksaan bahkan dilakukan melebihi standar World Health Organization (WHO) yakni 1.000 per 1 juta penduduk dalam waktu satu minggu.

Baca Juga: Waspada, Rumah Sakit Jadi Klaster Penyebaran Covid-19 Paling Rawan di Jakarta

rapid

“Jadi kalau DKI Jakarta ambil angka bulat 10 juta, maka satu minggunya dilakukan pemeriksaan standarnya adalah 10 ribu. Tapi angka pemeriksaan Jakarta dari 4-10 Juni 2020 sudah 21 ribu per minggu. Jadi sudah melebihi ekspektasinya WHO,” terang Dewi, dalam siaran pers BNPB, (30/7/2020).

Tak hanya itu DKI Jakarta juga semakin menggencarkan tes massal hingga bertambah lagi 27 ribu dan di pekan terakhir ini meningkat sampai 40 ribu pemeriksaan dalam waktu satu minggu.

Pada kesempatan yang sama, Dewi pun menjelaskan klaster baru yang berhasil ditemukan di DKI Jakarta. Jumlah kasus paling banyak adalah lokal transmisi yang berasal dari pemukiman hasil contact tracing sebanyak 283 cluster dengan 1,178 kasus.

Klaster baru kedua adalah perkantoran. Terdapat sekiranya 90 klaster dengan 459 kasus. Urutan ketiga adalah pasar dengan 107 klaster. Disusul fasilitas kesehatan di posisi keempat sebanyak 124 klaster.

kantor

Posisi kelima terdapat di rumah ibadah sebanyak 9 klaster dengan total 114 kasus yang berada di gereja, masjid, asrama pendeta, pesantren, bahkan acara tahlilan. Dewi pun mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan protokol kesehatan apabila ada kegiatan sosial seperti berkumpul bersama.

“Protokol kesehatan harus tetap diterapkan, jangan sampai lengah dan menjadi tidak waspada terhadap penularan Covid-19,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini