Klaster Perkantoran Covid-19 Naik 10 Kali, Satgas Covid-19: Lebih Baik WFH Saja

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 481 2254519 klaster-perkantoran-covid-19-naik-10-kali-satgas-covid-19-lebih-baik-wfh-saja-um6IbhA1mQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KASUS Covid-19 kini mulai menyerang perkantoran. Di DKI Jakarta sendiri ditemukan 90 klaster perkantoran dengan total kasus 459 sampai dengan Selasa 28 Juli 2020.

Angka tersebut bertambah 10 kali lipat pada masa PSBB transisi. Klaster perkantoran kini muncul dari beragam sektor. Mulai dari, Kementerian, Lembaga/badan, BUMN, Kepolisian, Kantor di lingkungan Pemda DKI Jakarta sampai Swasta.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat, Pemukiman Padat dan Perkantoran Jadi Klaster Baru

kantor

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menegaskan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin melakukannya saat berada di mana saja.

“Di mana pun berada harus mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin jaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan atau memastikan tangan steril sebelum menyentuh hidung, mata, dan mulut,” tegas Dewi dalam siaran pers BNPB, Kamis (30/7/2020).

Dewi menjelaskan bahwa setiap individu bisa terinfeksi penyakit di mana saja. Mulai dari kantor, di perjalanan, hingga di rumah. Dalam kesempatan ini, Dewi pun merekomendasikan bagi kantor yang tetap beroperasi untuk menerapkan sejumlah kebijakan.

Selain kebijakan Work From Home (WFH), pembagian jam kerja atau shift serta pengawasan juga tetap harus ditingkatkan. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap orang yang berada di lingkungan perkantoran dapat melakukan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

“Jika suatu perusahaan masih bisa melakukan WFH, maka lebih baik WHF. Jika tidak memungkinkan WFH maka kapasitas kantor maksimal 50 persen dan membuat shift dengan jeda satu setengah sampai dua jam agar tidak terjadi penumpukan pada saat kedatangan, kepulangan, dan jam makan siang,” lanjut Dewi.

Jika di ruangan terdapat jendela, maka lebih baik dibuka agar sirkulasi udara dapat berjalan lebih baik. Serta memberdayakan Health Safety Environment (HSE) officer sebagai pengawas protokol kesehatan di suatu kantor.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini