Peneliti Sebut Mereka yang Konsumsi Ayam Goreng Tiap Hari, Berisiko Lebih Cepat Meninggal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 481 2254702 peneliti-sebut-mereka-yang-konsumsi-ayam-goreng-tiap-hari-berisiko-lebih-cepat-meninggal-25RLigBNUD.jpg Ayam Goreng. (Foto: Instagram)

KEBIASAAN mengonsumsi makanan yang digoreng memang dianggap lebih tidak sehat ketimbang makanan yang direbus. Bukan tanpa sebab, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis BMJ menunjukkan bahwa makanan yang digoreng dapat menyebabkan efek berbahaya.

Sebagaimana dilansir Next Shark, penelitian yang dilakukan pada perempuan pascamenopause di Amerika Serikat mencatat, satu porsi ayam atau ikan goreng secara teratur dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi karena penyakit apapun kecuali kanker.

Tim peneliti mempelajari kebiasaan makan hampir 107 ribu perempuan antara usia 50 dan 79 dari 40 klinik di Amerika Serikat (AS) antara 1993 dan 1998. Dalam perhitungan studi, para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang terikat dengan kematian, termasuk tingkat pendidikan, pendapatan, konsumsi energi total dan kualitas makanan secara keseluruhan.

ayam goreng

Berdasarkan temuan, perempuan yang mengonsumsi satu porsi atau lebih ayam goreng sehari, memiliki risiko kematian sebesar 13 persen lebih tinggi. Peningkatan risiko kematian terkait jantung sebesar 12 persen dibandingkan dengan perempuan yang tidak makan makanan yang digoreng.

Sementara itu, mereka yang mengonsumsi satu porsi ikan goreng atau kerang setiap hari, memiliki risiko kematian sebesar 7 persen lebih besar dan 13 persen lebih tinggi mengalami masalah kardiovaskular. Para peneliti berpendapat bahwa mengurangi konsumsi makanan yang digoreng terutama ayam dan ikan sangat ideal bagi kesehatan.

“Kita tahu konsumsi ikan goreng adalah sesuatu yang sangat umum di Amerika dan seluruh dunia. Sayangnya, kita hanya tahu sedikit tentang dampak kesehatan jangka panjang dari konsumsi makanan yang digoreng,” tutur Wei Bao selaku asisten profesor epidemiologi di University of lowa.

Sementara studi sebelumnya telah melihat hubungan antara makanan yang digoreng dengan peningkatan risiko diabetes tipe dua serta penyakit jantung. Bao percaya penelitian mereka adalah yang pertama di AS yang mencari korelasi antara makanan yang digoreng dan kematian.

Namun, peneliti ini tidak menemukan hubungan substansial antara konsumsi makanan yang digoreng atau spesifik dengan kematian akibat kanker.

“Jika Anda menggoreng ikan, itu bisa mengubah hal yang baik menjadi berbahaya. Meskipun ada peningkatan risiko mengonsumsi makanan yang digoreng dalam hal kematian, namun risikonya rendah,” tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini