Diet Tak Makan Nasi, Percuma Jika Diganti dengan Mi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 612 2254790 diet-tak-makan-nasi-percuma-jika-diganti-dengan-mi-Jb8uXRXnPP.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DEMI menurunkan berat badan, banyak orang memilih untuk memilih untuk melakukan diet karbo dengan mengurangi makan nasi putih. Selain mengurangi berat badan, mengurangi nasi juga dianggap bisa mencegah diabetes.

Tapi, alih-alih mengurangi makan nasi putih, lebih baik kamu memerhatikan jenis makanan apa yang kamu konsumsi. Dilansir dari straitstimes.com, Dua studi baru dari para peneliti National University of Singapore (NUS) dan Duke-NUS Medical School menyatakan bahwa orang-orang yang melakukan diet cenderung mengganti asupan kalori mereka.

Mereka memilih untuk mengonsumsi daging merah dan unggas. Namun Profesor Rob Martinus van Dam, pemimpin domain epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di NUS menyatakan bahwa diet semacam itu memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi.

“Mereka yang melakukan diet terkadang mengonsumsi lebih banyak mi yang dimasak dengan saus yang mempunyai kadar gula yang tinggi, meskipun mereka mengurangi konsumsi nasi, makanan pengganti mereka bahkan meningkatkan risiko terkena diabetes” ujar Profesor Van Dam.

nasi putih

Pernyataan ini juga didukung oleh ucapan seorang Profesor Koh Woon Puay, direktur Pusat Pengembangan Klinis-Ilmuwan di Duke-NUS Medical School. "Risiko diabetes lebih tergantung pada kualitas keseluruhan dari diet yang dijalani seseorang. Rekomendasi untuk mengurangi nasi putih mungkin efektif jika makanan pengganti dipertimbangkan dengan sangat hati-hati." imbuhnya.

Dr Annie Ling, direktur kelompok kebijakan, penelitian, dan pengawasan di Badan Promosi Kesehatan (HPB), mengatakan temuan ini sesuai dengan rekomendasi HPB untuk makan lebih banyak beras merah.

“Sangat penting untuk mengelola pola makan dengan sangat baik, cenderung orang-orang mengganti nasi putih dengan makanan yang nyatanya tidak sehat. Alangkah baiknya ketika nasi putih diganti dengan mengonsumsi nasi merah,” tuturnya.

Di tahun 2007, Shanghai Women's Health Study menyatakan bahwa wanita yang makan lebih dari 300 gram nasi putih sehari berisiko 78 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari 200 gram sehari.

Penelitian ini juga mengikuti serangkaian penelitian yang membahas adanya korelasi antara asupan nasi putih dengan diabetes. Ditahun 2016, HPD mengutip studi oleh Harvard School of Public Health yang menyatakan bahwa nasi putih yang dimakan secara teratur setiap harinya meningkatkan risiko diabetes sebesar 11 persen.

Tetapi menurut Prof Koh mungkin penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor faktor diabetes lain seperti mengonsumi daging merah dan unggas. Dia juga mengatakan penelitian lanjutan tahun 2017 di Shanghai menemukan fakta, asupan biji-bijian olahan yang lebih tinggi tidak terkait dengan risiko diabetes ketika disandingkan dengan faktor-faktor lain.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini