Catat! Fetishism Bisa Terjadi pada Anak yang Jadi Korban Perilaku Seksual Menyimpang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 196 2255062 catat-fetishism-bisa-terjadi-pada-anak-yang-jadi-korban-perilaku-seksual-menyimpang-X2KNbka0sV.jpg Fetish kain jarik (Foto : @m_fikris/Twitter)

Kasus fetish kain jarik dan bungkus membungkus yang merundung seorang pria bernama Gilang, berhasil menarik perhatian sejumlah kalangan. Termasuk para ahli kejiwaan. Menurut dr. Alvina, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Fetishism bisa saja terjadi saat anak menjadi korban atau anak melihat perilaku seksual yang menyimpang.

Ada teori lain yang mengatakan bahwa seseorang mungkin mengalami kurangnya kontak seksual sehingga mencari pemuasan dengan cara yang lain.

Terdapat pula teori lainnya yang mengatakan bahwa terjadi keraguan tentang maskulinitas pada laki-laki yang mengalami Fetishism atau ada rasa takut adanya penolakan. Sehingga dia menggunakan objek yang tidak hidup untuk memberinya kepuasan seksual.

“Secara umum, penyimpangan seksual lebih banyak dialami laki-laki daripada perempuan dan terdapat teori yang mengatakan bahwa Fetishism berkembang sejak masa kanak-kanan namun ada pula yang mengatakan onset-nya adalah saat masa pubertas,” ujar dr. Alvina, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (31/7/2020).

Baca Juga : Apakah Fethisism Termasuk Gangguan Jiwa? Ini Jawaban Ahli

Untuk melakukan penyembuhan, gangguan Fetihistik bisa diterapi dengan berbagai modalitas psikoterapi baik individual maupun kelompok serta dapat dilakukan pemberian terapi obat-obatan dan hormon.

"Untuk menghindari gangguan Fetihistik, hendaknya masyarakat menciptakan lingkungan yang ramah anak, peduli pada kesehatan anak baik secara fisik maupun mental, dan bersikap melindungi anak dari paparan kekerasan baik kekerasan fisik, mental, maupun seksual,” ujar dr. Alvina, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Primaya Hospital Bekasi Barat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini