Pengetesan Covid-19 Secara Agresif Bisa Tekan Penularan Virus Corona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 481 2254943 pengetesan-covid-19-secara-agresif-bisa-tekan-penularan-virus-corona-qIBSjeRo2s.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Consumer Reports)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk ketiga kalinya sampai 13 Agustus mendatang. Keputusan tersebut tak terlepas dari fakta di lapangan bahwa angka kasus positif corona di DKI Jakarta masih di atas standar yang telah ditetapkan oleh Organsisasi Kesehatan Dunia (WHO). Positivity rate Jakarta dilaporkan menyentuh 6,5% atau 1,5% lebih tinggi dari standar WHO.

Anies menjelaskan, data yang dia sampaikan kali ini dapat dipastikan akurat, karena dalam dua minggu terakhir Pemprov DKI Jakarta telah melakukan upaya yang sangat agresif dengan mengusung 3 prinsip utama. Yakni, testing, tracing, dan treatment.

Tes Covid-19

"Dalam satu pekan terakhir ini, kita melakukan test terhadap 43.316 orang, itu artinya 4 kali lipat dari standar yang ditetapkan WHO untuk wilayah seukuran Jakarta ini. Jadi dalam satu pekan terakhir ini, angka positivity rate kita 6.5%," kata Anies dalam konferensi pers di kanal YouTube, Pemprov DKI Jakarta kemarin.

Anies pun menegaskan, saat ini pihaknya akan memaksimalkan SDM yang ada untuk mencari kasus-kasus baru bukan melakukan tes ulang. Dia percaya dengan melakukan pengetesan secara agresif, maka potensi penularan Covid-19 dapat ditekan secara drastis.

Baca juga: Kangen Liburan, Pantai Jadi Tujuan Nomor 1 Masyarakat Indonesia

Namun sebaliknya, bila kegiatan ini dikurangi, angka kasus positif di Jakarta memang akan terlihat lebih rendah. Di atas kertas pun terasa aman, padahal kenyataannya wabah atau pandemi Covid-19 itu masih ada.

"Sumber daya yang kita miliki kita gunakan bukan untuk mengetes ulang, tapi mencari kasus baru. Tujuannya adalah keselamatan warga. Dengan kita menemukan kasus baru, maka yang bersngkutan bisa tahu positif, bisa isolasi, sehingga anak istri, keluarga besar, tetangga, dan koleganya bisa terhindar dari penularan," kata Anies.

"Ini juga sejalan dengan ketetapan bahwa ketika ditemukan kasus positif, tidak perlu diuji 2 kali. Cukup diuji 1 kali, setelah lewat masa inkubasi maka bisa kembali ke rumah masing-masing," timpalnya.

Melihat kondisi ini, Anies pun memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB masa transisi di fase pertama untuk ketiga kalinya sampai dengan 13 agustus 2020.

"Dengan perpanjangan PSBB , artinya seluruh kegiatan yang berlangsung harus mengikuti protokol kesehatan yang ada. Pemprov DKI bersama TNI dan POLRI akan terus melakukan pemeriksaan, pendisiplinan, dan langkah-langkah tegas akan terus dikerjakan," tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini