Penyakit Jantung Bisa Serang Anak Muda, Catat Tips Mencegahnya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 481 2255418 penyakit-jantung-bisa-serang-anak-muda-catat-tips-mencegahnya-ZxhTxugwYi.jpg Anak muda bis terserang penyakit jantung (Foto : Medicalnewstoday)

Penyakit jantung tidak bisa lagi disebut sebagai penyakit usia tua. Pasalnya tak sedikit orang berusia muda yang sudah terserang penyakit ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Founder Komunitas Sobat Diabet, dr. Rudy Kurniawan Sp.PD.

Menurutnya risiko penyakit jantung hampir sama dengan penyakit metabolik lainnya dan bisa menyerang usia muda. Bahkan saat ini satu per lima penderita penyakit jantung berada pada usia di bawah 40 tahun.

Serangan Jantung

“Jumlah anak muda yang terserang penyakit jantung sekira 20 persen. Penyakit jantung berbeda-beda, tapi yang dibahas ini adalah jantung koroner yang disebabkan akibat adanya sumbatan di pembuluh darah,” cetus Rudy, dalam acara Tropicana Slim, ‘Pentingnya Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Keluarga’, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga : Pandemi Covid-19 Buat Anne Avantie Belajar Tinggalkan Pola Hidup Lama

Terkait dengan kasehatan jantung, banyak orang mengatakan bahwa telapak tangan dan kaki yang sering berkeringat adalah gejala dari penyakit tersebut. Meski demikian, dr. Rudy mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai indikator utama penyakit.

“Tidak selalu terkait penyakit jantung. Bisa aja kelenjar keringat kita di kaki dan tangan cukup banyak. Terkait obesitas, risiko penyakit jantung memang lebih besar. Selain risiko sumbatan di pembuluh darah, diabetes, tekanan darah pun akan tinggi. Jadi paket komplit kalau obesitas,” tuturnya.

Bagaimana mengurangi risikonya?

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM). Dokter Rudy mengatakan, mengatur asupan makanan yang tepat menjadi salah satu kunci terhindar dari PTM, termasuk jantung koroner.

“Pilih bahan makanan yang sehat, tetap mengandung 4 sehat 5 sempurna dan diolah dengan kandungan yang lebih sehat juga,” imbuhnya.

Olahraga di Rumah

Tak hanya mengatur asupan makanan, melakukan aktivitas fisik dengan rutin berolahraga atau perbanyak aktivitas di rumah juga bisa dilakukan. Kalau seseorang kurang bergerak, penyakit metaboliknya juga akan ikut naik.

Terkait dengan asupan makanan yang sehat, dr Rudy mengatakan seseorang harus mengatur batasan aman dalam mengonsumsi gula, garam, lemak (GGL). Pastikan agar tidak mengonsumsi GGL di luar batas aman.

“Konsumsi gula maksimal 50 gram atau 4 sendok makan. Lemak 67 gram sekira 5 sendok makan dan garam sebanyak 5 gram atau 1 sendok teh per hari. Semua GGL dihitung dari apa yang sudah ada di dalam makanan,” tambahnya. Ketika GGL melebihi ambang batas aman, maka risiko penyakit tidak menular seperti kolesterol, hipertensi dan diabetes akan semakin meningkat.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini