Antara Hipertensi dan Diabetes, Mana yang Lebih Berisiko Terpapar Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 481 2255996 antara-hipertensi-dan-diabetes-mana-yang-lebih-berisiko-terpapar-covid-19-xUGIbjYTKA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INFEKSI Covid-19 masih menjadi kekhawatiran seluruh masyarakat global. Terlebih, bagi seseorang dengan penyakit penyerta, sangat berisiko terpapar Covid-19.

Ya, pandemi ini diprediksi bakal selesai ketika vaksin ditemukan. Sayangnya vaksin untuk menghindari risiko terpapar Covid-19 sampai sekarang belum beredar di pasaran.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat mesti menerima kenyataan bahwa mereka harus hidup berdampingan dengan virus SARS-CoV2.

corona

Karena itu, pemerintah terus mengingatkan pada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Protokol kesehatan ini juga berlaku bagi orang-orang dengan penyakit penyerta saat pergi keluar rumah. Sebab, protokol kesehatan menjadi upaya mencegah penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Baca Juga: Tak Cuma Keriput, Ini 5 Tanda jika Usia Semakin Menua

Menjadi sangat berbahaya ketika virus itu menyerang mereka yang sudah memiliki penyakit kronis di tubuhnya.

Sementara itu, dikatakan Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Maya Surjadjaja, M Gizi, SpGK, FAAMFM, ketika virus corona masuk ke dalam tubuh pasien penyakit kronis, mereka akan lebih rentan dan sangat tinggi risiko kematiannya.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Dikatakan dr Maya, pasien penyakit kronis itu memang sudah memiliki peradangan di dalam tubuhnya. Tapi, peradangannya beda dengan radang yang disebabkan oleh infeksi virus.

"Mereka, para pasien penyakit kronis, mengalami peradangan yang tak nampak atau yang biasa disebut dengan istilah silent inflammation," terangnya saat Webinar yang diinisiasi Hydro Coco bekerja sama dengan Klikdokter dan ICM (Indonesia Congress Management), beberapa hari lalu.

Dokter Maya melanjutkan, kondisi yang dialami para pasien penyakit kronis itu mengganggu respons imunitas tubuh dalam melawan infeksi. Jadi, bisa dikatakan, ketika virus berbahaya masuk ke dalam tubuh mereka, sistem imunitas tubuh tidak mampu melawannya dengan maksimal.

"Akibatnya, ketika virus masuk, tubuh akan lebih mudah mengalami kondisi hiperinflamasi dan itu dapat terlihat dari tubuh mengalami sindrom badai sitokin," papar dia.

Di sisi lain, ada beberapa kelompok pasien penyakit yang lebih rentan ketika terinfeksi virus corona. Mereka itu adalah pasien penyakit darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, penyakit kardiovaskular, penyakit paru obstruktif kronis, pun mereka yang mengalami obesitas.

Namun, jika dilihat dari keparahan kondisi, mengacu pada data di Wuhan, China, lokasi virus ini pertama kali muncul, ada 3 pasien penyakit yang paling dikhawatirkan ketika terpapar virus SARS-CoV2.

"Penyakit itu antara lain darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung koroner. Angka kematian akibat Covid-19 pada tiga penyakit penyerta ini di angka 48,1%," ungkapnya. Lebih detailnya, berikut persentase angka kematian dari masing-masing penyakit penyerta tersebut: 44,4% (darah tinggi), 24,1% (diabetes), dan 14,8% (penyakit jatung koroner).

Karena itu, sangat dianjurkan untuk para pasien dengan penyakit penyerta untuk lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatan. Tidak hanya itu, para pasien kelompok tersebut pun harus dijauhkan dari berbagai faktor risiko terpapar virus corona.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini